Ilham Darmawan
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Protes Menuju Kekacauan: Sosiologi Visual dan Kriminologi Visual Pembakaran DPRD Makassar dalam Liputan Kompas Hadisaputra; Sri Wahyuni; Rahmadani Islawiyah; Risqa Ayu Ramadani; Ilham Darmawan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11629

Abstract

Political protests increasingly occur in hybrid arenas where street interactions and media visibility combine to produce collective meaning. This study examines how Kompas's visual coverage of the 2025 burning of the Makassar Regional People's Representative Council (DPRD) building constructed spontaneous collective behavior and protest escalation. Using an interpretive qualitative design and an exploratory critical case study, the research treats photographs and videos as primary sociological evidence and analyzes them through a visual analytic framework grounded in visual sociology and visual criminology. The findings demonstrate that Kompas organized the protests into a linear escalation narrative from civil expression to chaos, prioritizing images of fire, smoke, and damaged architecture as signifiers. Early-phase visuals emphasize confrontation and synchronous crowd movement, shaping expectations of impending conflict, while later-phase images concentrate on symbolic destruction and the anonymity of the crowd, producing a collective blame effect that obscures individual responsibility. Post-escalation visuals highlight law enforcement, spatial control, and the restoration of order, legitimizing state authority through visual closure. At various stages, affective language amplified the fear and urgency while marginalizing the injustices felt by the protesters, thus translating political opposition into a securitized narrative of chaos. This study contributes to the study of protest and media by demonstrating that visuality is a constituent element of escalation dynamics and moral categorization, not simply a record of events. It also highlights the policy significance of critical visual literacy for evidence-based and humane protest governance in digital democracy.
Penguatan Pemahaman Jamaah terhadap Gerhana Bulan di Masjid Salman Al Farisi Surabaya Ilham Darmawan; Firman; Wahyuni Suryaningtyas; Syarifuddin; Husnul Khatimah Syahruddin
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i3.6405

Abstract

Fenomena gerhana bulan merupakan peristiwa alam yang langka dan memegang makna religius serta sosial yang mendalam dalam kehidupan umat Islam. Namun, pemahaman jamaah terhadap makna gerhana seringkali terbatas pada aspek ritual formal tanpa keterkaitan dengan nilai sosial yang lebih luas. Pengabdian masyarakat ini difokuskan untuk memperkuat kesadaran jamaah Masjid Salman Al Farisi Surabaya terhadap makna religius dan sosial gerhana bulan melalui pendekatan partisipatif dan dokumentasi pelaksanaan salat gerhana. Pendekatan ini meliputi observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, dan wawancara singkat dengan pengurus serta jamaah pada pelaksanaan salat gerhana tanggal 8 September 2025. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme tinggi dari jamaah, transformasi pemahaman dari tradisi mitos ke praktik sunnah, serta penguatan ukhuwah dan solidaritas sosial antarjamaah. Selain itu, keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata memperkuat aspek edukasi dan dokumentasi kegiatan. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa fenomena gerhana bulan dapat menjadi momentum strategis untuk menguatkan iman dan solidaritas komunitas masjid, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan sosial di lingkungan masjid.