Okta Siliani
UIN Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KORELASI POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL PESERTA DIDIK DI SD MUHAMMADIYAH 9 PALEMBANG Okta Siliani; Middya Boty; Djoko Rohadi Wibowo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11816

Abstract

This study aims to determine the relationship between democratic parenting styles and the social behavior of students at SD Muhammadiyah 9 Palembang. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. The research subjects consisted of 33 parents and 33 sixth-grade students at SD Muhammadiyah 9 Palembang in the odd semester of the 2025/2026 academic year. The sampling technique used saturated sampling. Data collection was conducted through a Likert scale questionnaire, observation, and documentation. The research instruments had undergone validity and reliability tests, with a Cronbach's Alpha value of 0.679 for the variable of democratic parenting and 0.762 for the variable of student social behavior, thus declared reliable. The results of descriptive statistical analysis showed that the average score for democratic parenting was 55.21 and the average score for student social behavior was 77.27, both of which were in the fairly good category. The results of the Pearson Product Moment correlation test showed a correlation coefficient of 0.943, indicating a very strong and positive relationship between democratic parenting and student social behavior. A significance value of 0.000 < 0.05 indicates that the relationship is statistically significant. Based on these research results, it can be concluded that democratic parenting has a very strong and significant relationship with students' social behavior.
FAKTOR-FAKTOR KESENJANGAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI 01 TANJUNG RANCING KAYU AGUNG Desti Primadona; Wantri Novita; Okta Siliani
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i3.1517

Abstract

Pendidikan merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas bangsa. Melalui pendidikan bangsa dapat menciptakan generasi yang berkualitas untuk memimpin dan mengemban tugas dalam mewujudkan cita-cita suatu tujuan suatu bangsa. Setiap Negara sudah memfasilitasi pendidikan untuk membangun bangsanya dan menjadikan masyarakat yang bisa mengikuti perkembangan dan kecanggihan Globalisasi di berbagai kurun waktu yang akan datang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sugiyono (2005:21) mengatakan bahwa metode deskriptif adalah metode yang dipakai untuk menggambarkan atau menganalisis hasil penelitian namun tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Berdasarkan pada faktor-faktor diatas mengenai kesenjangan sosial terhadap pendidikan, maka ada beberapa jawaban yang berbeda dari hasil wawancara saya dengan guru SDN 01 Tanjung Rancing yaitu membentuk kelompok belajar tanpa membedakan latar belakang siswa, memberikan nasehat agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Serta perlunya keseriusan pemerintah dan peran serta masyarakat untuk bersatu dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jadi berdasarkan data wawancara yang saya ambil kesenjangan sosial yang terjadi di SDN 01 Tanjung Rancing ada bermacam macam penyebab mulai dari faktor ekonomi, rendahnya sarana dan prasarana sekolah, Pendidikan, pengaruh globalisasi, pola pikir peserta didik. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan sosial ini yaitu membentuk kelompok belajar tanpa membedakan latar belakang siswa, memberikan nasehat agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Mungkin untuk solusi dari pemerintah agar bisa mengalokasikan dana untuk sekolah yang terpencil agar dapat memenuhi fasilitas sarana dan prasarana yang belum terpenuhi di sekolah