Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Humor Verbal Dalam Konten Video Siniar #Sekutfm di Youtube Gofar Hilman Dhyan Purwitarini
Jurnal Informatika Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi di era digital yang serba cepat ini, konten siniar/podcast justru menjadi hal yang diminati segala kalangan. Dengan peredaran informasi di segala media sosial, terdapat konten siniar menggabungkan mode video dan suara yang menjadi pembahasan kontroversial. Konten Gofar Hilman menyedot perhatian dalam waktu singkat dengan pembawaannya yang lucu. Maka, peneliti bertujuan untuk membedah lelucon Gofar Hilman di konten #SekutFM dengan menerapkan parameter Knowledge Resources GTVH oleh Attardo dan Raskin dan menganalisis pelanggaran maksim prinsip kerja sama yang terdapat pada leluconnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teknik analisis isi (content analysis). Terdapat hasil pada video pertama menunjukkan terdapat 16 titik sumber tawa yang terdapat humor verbal, video kedua terdapat 10 sumber tawa yang terdapat humor verbal dan video ketiga terdapat 10 sumber tawa yang terdapat humor verbal. Dalam video siniar bersama Tante Ernie, Gofar dengan mudah mengungkapkan humor verbal, karena secara baik Tante Ernie memberikan tanggapan. Sedangkan pada video dengan Anestasya, Gofar cukup kesulitan dalam mengungkapkan humor karena Anestasya kurang merespons dan terlalu pasif. Sedangkan, pada video bersama Amalia dan Uta, Gofar terlihat tidak begitu berusaha menciptakan humor. Oleh karenanya, dalam video terakhir yang dipilih peneliti, Gofar menyatukan dua bintang tamu. Segala upaya dilakukan Gofar Hilman agar video tetap menarik banyak penonton.
Alih Kode Bahasa Indonesia-Inggris dalam Tuturan Gita Savitri di Media Digital Dhyan Purwitarini
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 4 (2026): Agustus-Oktober
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji alih kode bahasa Indonesia-Inggris yang digunakan kreator konten Gita Savitri dalam video TikTok dan podcast YouTube. Penelitian berfokus pada identifikasi jenis, bentuk, dan fungsi komunikatif alih kode yang muncul dalam tuturannya yang bersifat spontan. Alih kode merupakan fenomena linguistik yang umum terjadi pada penutur bilingual Indonesia yang menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari maupun digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan yang mengandung alih kode, dikumpulkan melalui observasi, transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Analisis jenis alih kode mengacu pada teori Poplack (1980), sedangkan analisis fungsi mengacu pada Hoffmann (1991) dan Myers-Scotton (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode intrakalimat paling dominan digunakan dan alih kode dalam tuturan Gita Savitri memiliki fungsi komunikatif, ekspresif, dan interaksional, bukan sekadar pencampuran bahasa secara acak. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian komunikasi bilingual bahasa Indonesia-Inggris dalam media digital.
Dampak Pembajakan Software terhadap Industri Digital di Indonesia dalam Perspektif Hukum Perindustrian Ruminingsih Ruminingsih; Vivin Astharyna Harysart; Arina Jumiawati; Marwan Marwan; Dhyan Purwitarini
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 5 (2026): September: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v3i5.1884

Abstract

Software piracy is a legal issue that affects the sustainability of Indonesia’s digital industry, as it not only constitutes copyright infringement but also has implications for economic performance, innovation, investment, industrial competitiveness, and digital security. This study aims to analyze the impact of software piracy on the digital industry and examine legal protection and mitigation measures from the perspective of industrial law. This study employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. Primary legal materials consist of laws and regulations related to copyright and industrial affairs, while secondary legal materials are obtained from books, scientific journals, legal articles, and relevant previous studies. Legal materials are collected through library research and analyzed using a descriptive qualitative approach. The findings indicate that software piracy may cause economic losses to developers, hinder innovation and investment, create unfair business competition, reduce industrial competitiveness, and increase data security risks. The prevalence of software piracy is influenced by licensing costs, low levels of legal awareness, weak law enforcement, and easy access to illegal software. Therefore, stronger law enforcement, public education, the use of legal or open-source software, and the provision of more affordable licensing options are necessary to establish a healthy, innovative, competitive, and sustainable digital industry ecosystem in Indonesia. These efforts also require synergy among the government, industry stakeholders, educational institutions, and society in respecting intellectual property rights.