Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Fomalisme: Prinsip Ketidakpastian Heisenberg dan Notasi Dirac dalam Teknologi Modern Hamdi Akhsan; Tyse Ramadhona; Mutiah Lestari; Dea Rizky Oktavia; Rahma Hafitri
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.475

Abstract

Prinsip ketidakpastian Heisenberg dan notasi dirac merupakan bagian dari konsep fundamental formalisme yang digunakan dalam fisika kuantum. Prinsip ketidakpastian yang dirumuskan oleh Heisenberg yang menyatakan bahwa tidak mungkin untuk mengukur secara bersamaan nilai pasangan sifat tertentu seperti posisi dan momentum dari suatu partikel kuantum dimana hal ini semakin menekankan pentingnya representasi formal dalam mekanika kuantum. Demikian pula, notasi Dirac yang secara luas digunakan untuk menyederhanakan notasi vektor keadaan dan operator yang menjadi alat fundamental dalam representasi formal mekanika kuantum. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip dasar ini dapat diterapkan secara inovatif dalam teknologi modern.  Secara khusus, kami mengusulkan model matematika baru berdasarkan prinsip ketidakpastian untuk meningkatkan ketepatan sensor kuantum dan mengembangkan kerangka kerja notasi Dirac yang dioptimalkan untuk arsitektur komputasi kuantum. Dengan menganalisis secara kritis penelitian sebelumnya dan melakukan simulasi numerik, makalah ini menunjukkan potensi pendekatan ini untuk memajukan aplikasi dalam kriptografi kuantum, pencitraan kuantum, dan seterusnya. Penelitian ini menjembatani dasar-dasar teoretis dengan inovasi praktis, menawarkan perspektif baru tentang peran formalisme kuantum dalam membentuk teknologi masa depan. Kata kunci: Kuantum, Prinsip Ketidakpastian Heisenberg, Notasi Dirac, Penerapan, Teknologi Modern.
A Study of 21st-Century Skills Among Senior High School Students in the Context of Project-Based Renewable Energy Learning in South Sumatra Province Ketang Wiyono; Melly Ariska; Evelina Astra Patriot; Frendi Ihwan Syamsudin; Nor Farahwahidah; Tyse Ramadhona; Senandung Senja Citra Maharani; Laura Insan Kencana; Dea Rizky Oktavia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.14333

Abstract

The rapid development of science and technology demands that students master essential 21st-century skills, particularly the 4Cs: critical thinking, creativity, collaboration, and communication. This study aims to map senior high school students’ mastery of 4C skills in Renewable Energy learning and to examine differences across the four components. A quantitative descriptive design was applied involving four schools selected through cluster sampling, with each school representing one 4C component. Research instruments consisted of validated and reliable tests and Likert-scale questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to categorize skill levels and the Kolmogorov–Smirnov test to assess normality. As most data were not normally distributed, the Kruskal–Wallis test was employed to analyze differences among the skills. The results reveal significant variation in students’ 4C performance. Critical thinking and collaboration were categorized as high, while creativity and communication showed more diverse distributions. The Kruskal–Wallis test produced an Asymp. Sig value of < 0.05, indicating significant differences among the four skill domains. These findings suggest that 4C skill development is uneven and influenced by learning experiences and instructional strategies. Therefore, systematic mapping of 4C skills is crucial for curriculum improvement and the design of targeted instructional interventions.
PERAN LABORATORIUM VIRTUAL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 (4C) PADA PEMBELAJARAN IPA : STUDI LITERATUR Tyse Ramadhona; Mutiah Lestari; Trista Meilanie; Hamdi Akhsan; Iful Amri
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 16 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v16i1.876

Abstract

Peran Laboratorium Virtual Dalam Meningkatkan Keterampilan Abad Ke-21 (4C) Pada Pembelajaran IPA : Studi Literatur. Pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C). Dalam pembelajaran IPA, praktikum berperan penting untuk memfasilitasi pemahaman konsep sekaligus melatih keterampilan tersebut. Namun, keterbatasan laboratorium fisik di banyak sekolah menghambat pelaksanaan praktikum secara optimal. Laboratorium virtual menjadi alternatif yang memungkinkan peserta didik melakukan eksperimen interaktif tanpa bergantung pada fasilitas fisik. Kajian ini bertujuan menganalisis peran laboratorium virtual dalam mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui telaah literatur artikel ilmiah terbitan 2018–2025. Hasil menunjukkan bahwa laboratorium virtual efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi pada berbagai jenjang pendidikan. Selain itu, media ini mampu memperkuat pemahaman konseptual, meningkatkan motivasi belajar, serta menyediakan pengalaman eksperimen yang aman dan fleksibel. Dengan demikian, laboratorium virtual berkontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pembelajaran IPA. Dampaknya bagi pendidikan sains mencakup perluasan akses belajar, penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan pengembangan inovasi praktikum digital.