Oktaviana Bilqiis Otoluwa
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Healing Environment sebagai Upaya Penyembuhan Psikologis melalui Desain Rumah Sakit Siti Bidaria Paputungan; Oktaviana Bilqiis Otoluwa; Bayu Kurnia Sandy Malahika; Amelia Ahmad
Jurnal Psikologi Vol 21 No 2 (2025): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : LPPM Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jpsi.v21i2.2238

Abstract

The design of hospitals plays a vital role in supporting patient recovery, both physically and psychologically. However, many hospitals in Indonesia, particularly in Gorontalo, have yet to apply design principles aligned with the Healing Environment concept. This study aims to analyze the design issues of hospitals in Gorontalo and provide recommendations based on environmental psychology theories. The research method used is a descriptive qualitative case study. The results show that poor lighting, inadequate ventilation, spatial configurations that hinder social interaction, and lack of green space are the main barriers to creating a healing environment. Recommendations include the addition of natural elements, calming color schemes, and space designs that encourage social interaction. The Healing Environment concept has proven to be relevant in enhancing comfort, reducing stress, and accelerating patient recovery.    
Mengungkap Makna Tonggu, Kati, dan Tonelo dalam Tradisi Modepita Dutu: Perspektif Hierarki Kebutuhan Maslow Maghfirah Butolo; Oktaviana Bilqiis Otoluwa; Muthmainnah Ibrahim
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1: Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v7i1.4844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan fungsi pemberian Tonggu, Kati, dan Tonelo dalam prosesi adat Modepita Dutu pada masyarakat Gorontalo dengan menggunakan perspektif teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, di mana data diperoleh melalui wawancara terhadap tokoh adat, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tonggu, Kati, dan Tonelo tidak hanya berfungsi sebagai simbol material dalam prosesi pernikahan, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Dalam perspektif teori Maslow, ketiga unsur tersebut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan manusia mulai dari kebutuhan dasar, keamanan, sosial, hingga penghargaan, yang pada akhirnya dapat mendukung tercapainya aktualisasi diri individu dalam kehidupan pernikahan. Dengan demikian, praktik adat dalam Modepita Dutu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mencerminkan pemenuhan kebutuhan psikologis manusia secara komprehensif.