Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan fungsi pemberian Tonggu, Kati, dan Tonelo dalam prosesi adat Modepita Dutu pada masyarakat Gorontalo dengan menggunakan perspektif teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, di mana data diperoleh melalui wawancara terhadap tokoh adat, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tonggu, Kati, dan Tonelo tidak hanya berfungsi sebagai simbol material dalam prosesi pernikahan, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Dalam perspektif teori Maslow, ketiga unsur tersebut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan manusia mulai dari kebutuhan dasar, keamanan, sosial, hingga penghargaan, yang pada akhirnya dapat mendukung tercapainya aktualisasi diri individu dalam kehidupan pernikahan. Dengan demikian, praktik adat dalam Modepita Dutu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mencerminkan pemenuhan kebutuhan psikologis manusia secara komprehensif.
Copyrights © 2026