Ketidakseimbangan tekanan darah selama sesi hemodialisis, yang bermanifestasi sebagai hipotensi atau hipertensi intradialisis, merupakan komplikasi umum yang memperburuk kondisi penyakit ginjal kronis (PGK) dan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskular pada pasien PGK. Latihan intradialisis, suatu intervensi non-farmakologis, semakin banyak diteliti potensinya untuk menstabilkan tekanan darah selama dialisis. Namun, belum ada tinjauan sistematis yang memetakan efektivitasnya di berbagai protokol atau mengkaji mekanismenya terhadap tekanan darah pada pasien hemodialisis. Scoping review ini memetakan bukti yang tersedia mengenai efektivitas latihan intradialisis, karakteristik berbagai protokol terapi, dan mengkaji mekanisme yang memengaruhi tekanan darah pada pasien hemodialisis dari studi yang ada. Pencarian attikel dilakukan di database PubMed, ScienceDirect, Semantic Scholar, dan Google Scholar dengan kata kunci Intradialytic Exercise, Blood Pressure, Hemodialysis. Pemetaan bukti menunjukkan bahwa latihan intradialisis secara positif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hemodialisis. Protokol meliputi latihan ROM dan resistensi 2-3 sesi/minggu selama 4-12 minggu. Mekanisme yang mendasarinya meliputi peningkatan curah jantung dan aliran balik vena, peningkatan fungsi endotel melalui pelepasan oksida nitrat, modulasi sistem saraf otonom, dan stabilisasi volume intravaskular selama dialisis. Latihan ini muncul sebagai intervensi keperawatan komplementer yang aman, dan efektif untuk menstabilkan tekanan darah pada pasien hemodialisis.