Permasalahan utama dalam penelitian ini berkaitan dengan aspek karakter peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa siswa di SMA Negeri 2 Soppeng masih menunjukkan tingkat tanggung jawab yang rendah. Hal ini tampak ketika siswa diizinkan menggunakan ponsel selama pembelajaran untuk mengakses e-book, namun sebagian besar justru memanfaatkannya untuk aktivitas di luar konteks belajar. Siswa cenderung lebih terfokus pada perangkat masing-masing daripada memperhatikan materi yang disampaikan. Selain itu, kebiasaan datang terlambat serta kurangnya penerapan nilai-nilai 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) mencerminkan lemahnya kedisiplinan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 2 Soppeng; (2) Menggali pandangan kepala sekolah dan guru terkait implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah tersebut; dan (3) Menelusuri sejauh mana pemahaman siswa terhadap Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Informan dalam penelitian terdiri atas satu kepala sekolah, satu orang guru, dan tiga siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila telah diterapkan pada siswa kelas X pada tahun ajaran 2022–2023; (2) Kepala sekolah dan guru memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap pelaksanaan projek tersebut karena dinilai efektif dalam menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik; dan (3) Sebagian besar siswa kelas X telah memahami substansi dan tujuan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.