Abstrak Perkembangan pasar saham syariah di Indonesia menunjukkan tren positif seiring kemajuan digitalisasi yang mempermudah akses investasi. Namun, pemanfaatan teknologi digital di daerah, termasuk Kota Bengkulu, masih menghadapi tantangan literasi dan partisipasi investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan, peran digitalisasi, serta peluang dan tantangan pasar saham syariah di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen kunci melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar saham syariah berkembang signifikan ditandai peningkatan kapitalisasi, jumlah saham syariah, volume transaksi, dan investor. Teknologi digital berperan sebagai katalis utama melalui aplikasi trading online yang meningkatkan akses dan partisipasi investor, khususnya generasi muda. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya literasi keuangan syariah, kesulitan investor pemula, serta keterbatasan variasi saham syariah. Disarankan agar pemerintah, BEI, dan perusahaan sekuritas memperluas edukasi ke masyarakat umum, meningkatkan kualitas platform digital, serta menambah variasi saham syariah guna mendorong pertumbuhan pasar yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pasar Saham Syariah, Perkembangan, Potensi. Abstract The development of the Islamic stock market in Indonesia shows a positive trend, as digitalization advances, simplifying investment access. However, the use of digital technology in regional areas, including Bengkulu City, still faces challenges in terms of investor literacy and participation. This study aims to analyze the development, role of digitalization, and the opportunities and challenges of the Islamic stock market in Bengkulu City. The method used was descriptive qualitative with purposive sampling, with the researcher acting as the key instrument through observation and interviews. The results indicate that the Islamic stock market has grown significantly, indicated by increases in capitalization, the number of Islamic stocks, transaction volume, and investors. Digital technology acts as a key catalyst through online trading applications, increasing investor access and participation, particularly among the younger generation. However, obstacles remain, including low Islamic financial literacy, difficulties for novice investors, and a limited variety of Islamic stocks. It is recommended that the government, the Indonesia Stock Exchange (IDX), and securities companies expand public education, improve the quality of digital platforms, and increase the variety of Islamic stocks to encourage more inclusive and sustainable market growth. Keywords: Islamic Stock Market, Development, Potential.