Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Akidah Akhlak dalam Mencegah Kenakalan Siswa di Madrasah Aliyah Reza Purwadi; Ahmadi; Sri Hidayati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2714

Abstract

Peran guru Akidah Akhlak dalam mencegah kenakalan siswa di MAN Barito Utara sangat penting karena tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian siswa. Melalui nasihat dan bimbingan yang disampaikan dengan cara yang lembut, siswa di dorong untuk menyadari kesalahan dan berubah ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru akhlak aqidah dalam mencegah kenakalan siswa di MAN Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, lalu prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kemudian untuk mengecek keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak berperan sebagai pendidik, pembimbing dan contoh dalam membentuk sikap dan mental siswa, memberikan perhatian khusus dan mendekati siswa secara personal dengan berbicara dari hati ke hati, tanpa membuat siswa merasa dimarahi. Pendekatan ini membuat siswa merasa nyaman dan menganggap guru sebagai orang terdekat untuk bercerita. Lalu untuk mengatasi kenakalan, guru melakukan pengawasan, bimbingan rutin, dan pendekatan khusus kepada siswa yang bermasalah.
Evaluasi Program Sleeping Time Terhadap Fokus Belajar Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Afda Yulistiana; Muhammad Ali Sibram Malisi; Sri Hidayati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3021

Abstract

Program Sleeping Time adalah salah langkah baru dalam program pembelajaran yang diterapkan di SMAS IT Al-Madaniyah Samuda sebagai hasil terhadap penurunan fokus belajar siswa terutama pada jam-jam pelajaran siang. Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengevaluasi pelaksanaan program tersebut menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara yang dilaksanakan semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari sisi konteks, program ini sangat sesuai dengan kebutuhan siswa, ditunjukkan oleh tingginya tingkat ketercapaian dengan angka 86,25%. Pada aspek ketercapaian angka 80,6% mencerminkan perlunya selalu ada peningkatan fasilitas dan sosialisasi. Proses pelaksanaan berjalan cukup efektif dengan angka 91,9%, ditandai oleh keterlibatan aktif guru dan struktur kegiatan yang rapi. Sementara itu, aspek produk mencatat dengan angka 85%, yang menunjukkan adanya sebuah perubahan yang positif dalam fokus belajar, semangat mengikuti pelajaran, dan kesadaran siswa terhadap pentingnya tidur siang. Secara umum, program ini terbukti memberikan dampak nyata dan bermanfaat bagi siswa, serta layak untuk dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah lain yang ingin menerapkan pendekatan serupa dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Reconstructing Digital Learning Ethics in Islamic Religious Education Through the Integration of Maqāṣid Al-Sharīʿah and Huma Betang Values Nur Wakhidah; Yaya Riana; Sri Hidayati; Zakaria Ahmad
JURNAL AT-TURAS Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v13i2.14869

Abstract

The rapid expansion of digital technologies has transformed Islamic Religious Education by generating ethical challenges such as cyberbullying, misinformation, online hostility, declining empathy, and irresponsible digital behavior. While previous studies have examined Maqāṣid al-Sharīʿah, local wisdom traditions, and digital ethics separately, their integration as a framework for digital learning ethics remains underexplored. This study aims to reconstruct digital learning ethics in Islamic Religious Education through the integration of Maqāṣid al-Sharīʿah and Huma Betang values. Employing a qualitative library research design, the study utilized thematic content analysis, comparative analysis, and hermeneutical interpretation. The corpus comprised 63 scholarly sources, including classical Islamic legal and maqāṣid texts, contemporary studies on Islamic ethics, research on Huma Betang philosophy, and empirical studies on digital ethics and Islamic education. The findings indicate that contemporary digital challenges cannot be adequately addressed through legal compliance alone. Although Maqāṣid al-Sharīʿah and Huma Betang differ in their epistemological foundations, they converge in promoting justice, human dignity, compassion, collective welfare, cooperation, and social responsibility. The study proposes Cultural Maqāṣidization as a conceptual framework explaining how Islamic ethical objectives are translated into culturally grounded educational practices through local wisdom. This framework contributes to Islamic ethics, maqāṣid studies, and Islamic Religious Education by advancing a culturally mediated model of digital learning ethics that is both normatively grounded and contextually relevant.