Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pendidikan Karakter dalam Mencegah dan Menangani Bullying di Tingkat Sekolah Dasar Ma’rifa; A. Ardiansyah; Wiwin Mistiani; Sabna
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2993

Abstract

Bullying di sekolah dasar merupakan permasalahan yang mengganggu perkembangan mental, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis bullying yang terjadi, strategi karakter pendidikan yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pencegahan dan penanganannya di SD Negeri 1 Tatura Palu. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan rencana studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan guru sebagai informan utama, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen sekolah dan literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di sekolah muncul dalam bentuk verbal, sosial, fisik, dan cyberbullying. Strategi pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah meliputi pembiasaan dan pembudayaan, pengajaran nilai-nilai positif, penumbuhan empati, penerapan tindakan nyata, pemberian keteladanan dari lingkungan sekitar, serta pelatihan melalui pendekatan taubat. Faktor yang mendukung strategi ini antara lain menjaga bawaan anak, kebiasaan positif yang dibangun di sekolah, pengaruh keturunan, serta lingkungan yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambatnya berasal dari sifat bawaan anak yang sulit diarahkan, sikap pendidik yang kurang konsisten, serta lingkungan bermain yang tidak mendukung. Secara umum, strategi pendidikan karakter terbukti mampu mengurangi kasus bullying, menumbuhkan rasa empati dan toleransi antar siswa, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan harmonis. Temuan ini menegaskan perlunya kerja sama yang erat antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat budaya anti-bullying melalui pengembangan karakter pendidikan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Karakter, Bullying
Strategi Penanganan Bullying Terhadap Sikap Sosial Peserta Didik di Tingkat Sekolah Dasar Winda Tri; A. Ardiansyah; Ufiyah Ramlah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3010

Abstract

Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh individu atau kelompok kepada pihak yang lebih lemah, yang berdampak pada aspek psikologis, akademik, maupun perkembangan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penanganan bullying terhadap sikap sosial peserta didik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di lingkungan sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan guru dan peserta didik sebagai sumber data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua strategi utama yang diterapkan guru dalam menangani bullying, yakni: (1) penggunaan poster edukasi sebagai media pencegahan, dan (2) pembentukan karakter melalui program Jum’at Beramal. Kedua strategi tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap sosial peserta didik, terutama dalam aspek empati, kepedulian, gotong royong, dan rasa saling menghargai, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih harmonis. Faktor pendukung pelaksanaan strategi meliputi dukungan guru, keterlibatan orang tua, dan penggunaan media edukatif yang menarik, sementara faktor penghambat mencakup kurangnya pemeliharaan poster, rendahnya kesadaran sebagian orang tua, serta kebiasaan peserta didik yang kurang konsisten dalam mengikuti program. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi penanganan bullying yang terintegrasi dengan pembinaan karakter berperan penting dalam meningkatkan sikap sosial peserta didik pada jenjang sekolah dasar.