Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi, Numerasi, dan Adaptasi Teknologi melalui Program Kampus Mengajar di SD Negeri Inpres 21 Sowi Revisika Revisika; Fitri Armiati; Dian Indriyani; Dwi Septipane; Gunawan Gunawan
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.136

Abstract

Basic education in peripheral areas continues to face various challenges, particularly in terms of literacy, numeracy, and the utilization of learning technologies (Pratiwi, 2021; OECD, 2019). SD Impres 21 Sowi in Manokwari Regency is one of the elementary schools experiencing limited resources, low student reading interest, and minimal use of technology-based learning media (Direktorat Sekolah Dasar, 2020; Nugroho & Prasetyo, 2022). The Kampus Mengajar program is part of the Merdeka Belajar policy, which involves university students in contributing directly to the improvement of basic education quality (Kemendikbud, 2020; Kemendikbudristek, 2021). This community service activity aims to strengthen the role of university students in supporting the learning process through literacy and numeracy assistance as well as technology adaptation at SD Impres 21 Sowi. The implementation method employs a participatory and collaborative approach through stages of observation, planning, implementation, and evaluation (Rahmawati & Susanto, 2020; Astuti & Lestari, 2022). The activities include reading and writing assistance, contextual numeracy learning, and the use of simple digital learning media (Widodo & Kadarwati, 2021; Nugroho & Prasetyo, 2022). The results indicate an increase in students’ learning interest, improvement in basic literacy and numeracy skills, and greater student engagement in the learning process. In addition, the program has a positive impact on strengthening the social and pedagogical competencies of university students (Yuliana & Hartono, 2022; Sutrisno & Widodo, 2022). The Kampus Mengajar program has proven to contribute positively to improving the quality of basic education, particularly in schools with limited facilities and infrastructure (Kemendikbudristek, 2022)
IMPLEMENTASI EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TB PARU DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN KELUARGA Sri Hartina; Reva Mulyati; Achmad Riyan Wardoyo; Revisika Revisika; Dian Indriyani
Jurnal Osadhawedyah Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Osadhawedyah | Mei - Juli 2026
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan mayarakat di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain di tubuh sehingga menimbulkan resiko kesehatan yang serius. Tuberkulosis saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun internasional sehingga menjadi salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan (SDGs). Indonesia termasuk negara terbesar kedua penyumbang kasus TB di dunia. Salah satu cara yang digunakan untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran penyakit TB paru yaitu melalui upaya edukasi kesehatan. Tujuan implementasi yaitu untuk menggambarkan pengetahuan pasien TB paru sebelum dan setelah dilakukan edukasi tentang penyakit TB paru. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan subyek dua pasien TB paru di ruang poliklinik Paru RSUD Provinsi Papua Barat Kota Manokwari tahun 2026. Analisa data menggunakan analisis deskriptif dengan melihat tingkat pengetahuan sebelum dan setelah implementasi edukasi kesehatan. Sebelum implementasi tingkat pengetahuan subjek I dalam kategori kurang dengan skor 50% dan subjek II dalam kategori cukup dengan skor 70%. Setelah implementasi, tingkat pengetahuan tentang penyakit TB paru pada subjek I menjadi 80% dalam kategori baik dan subjek II menjadi 90% dalam kategori baik. Disarankan pasien TB paru dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh agar mencegah terjadinya penularan penyakit TB paru.