Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Strategis Komunitas Belajar untuk Peningkatan Kompetensi Guru Berbasis Program Penguatan Learning Community Ike Winartiningsih; Agus Timan; Sultoni
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3348

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen strategis komunitas belajar dalam meningkatkan kompetensi guru melalui Program Penguatan Learning Community pada dua komunitas yang terstruktur melalui Ruang GTK, yaitu Komunitas Belajar PIJAR Propinsi Jawa Timur dan Komunitas Belajar Bergerak Bersama Guru Hebat Nusantara Propinsi Daerah Khusus Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif multi situs dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi kegiatan komunitas, serta analisis dokumen digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama. Pertama, strategi penguatan struktur dan budaya komunitas belajar yang ditopang oleh pertemuan rutin, kolaborasi digital, serta mekanisme berbagi praktik baik yang terstandardisasi, berdampak pada meningkatnya refleksi kompetensi dan jejaring pembelajaran antaranggota. Kedua, strategi peningkatan kompetensi guru melalui coaching, mentoring, microlearning, dan lesson study digital yang mendorong tumbuhnya kompetensi pedagogik, teknologis, dan kolaboratif secara berkelanjutan. Ketiga, optimalisasi peran Ruang GTK sebagai ekosistem penghubung dan pemberdaya komunitas belajar, memungkinkan koordinasi lintas wilayah, pengarsipan praktik baik, serta penyediaan ruang pembelajaran adaptif berbasis kebutuhan guru. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen strategis komunitas belajar yang terencana, terstruktur, dan memanfaatkan teknologi pembelajaran secara efektif mampu menghasilkan peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan serta memperkuat budaya belajar guru di tingkat Nasional.
Manajemen Halaqoh Shobah dan Masa’i dalam Sistem Pembinaan Tahfidz Berbasis Asrama: Studi Multisitus Najmiyyatul Mizaniyyah; Teguh Triwiyanto; Sultoni
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 Desember (2026): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v8i2.1698

Abstract

The implementation of tahfidz education in boarding-based Islamic schools requires a systematic management approach to ensure the continuity of memorization development and the achievement of learning targets. In this context, halaqoh shobah and halaqoh masa’i constitute important daily activities that integrate memorization, muroja’ah, and direct guidance within the boarding environment. However, the management of these activities may vary across pesantren according to their organizational structures, policies, and students’ developmental needs. This study aims to analyze the management of halaqoh shobah and halaqoh masa’i within a boarding-based tahfidz development system at two tahfidz pesantren in Magelang Regency, Indonesia. The study employed a qualitative approach using a multisite case study design. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentation involving four purposively selected informants. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, comprising data condensation, data display, and conclusion drawing and verification, followed by within-site and cross-site analysis. The findings indicate that both pesantren manage halaqoh shobah and halaqoh masa’i as an integrated tahfidz development system through four management functions: planning, organizing, actuating, and controlling. Planning involves program evaluation, memorization target setting, scheduling, group formation, and assignment of instructors. Organizing considers students’ characteristics and developmental needs as well as instructors’ competencies. Implementation integrates ziyadah, muroja’ah, sabaki, memorization recitation, and direct instructor mentoring. Controlling is conducted through memorization progress recording, periodic recapitulation, evaluation, follow-up actions, and program improvement. Despite sharing similar managerial foundations, the two pesantren demonstrate adaptations in authority, organizational structure, target-setting mechanisms, activity schedules, and monitoring instruments. The study concludes that the management of halaqoh shobah and halaqoh masa’i forms an integrated management cycle characterized by evaluation-based planning, needs-based organization, direct mentoring-oriented implementation, and monitoring-based control with follow-up actions. These findings suggest that sustainable tahfidz development in boarding environments requires an integrated, adaptive, and continuous management system.