Saharul Hariyono
Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSOTOPI TUMBUH-TUMBUHAN DALAM DONGENG NUSANTARA BERTUTUR HARIAN KOMPAS: PERSPEKTIF BOTANI SASTRA Saharul Hariyono; Aan Octoviar
MABASAN Vol. 19 No. 2 (2025): Mabasan 19 (2)
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i2.1162

Abstract

Tulisan ini membahas pertemuan ilmu humaniora dan eksakta yang melahirkan konsep botani sastra. Botani sastra selanjutnya digunakan untuk menganalisis penggambaran eksotopi vegetasi yang terlingkup pada unsur-unsur tumbuhan dalam dongeng-dongeng Nusantara Bertutur Harian Kompas. Teknik pengumpulan data menggunakan cara hermeneutik yakni teks ditafsirkan secara terbuka, lentur, dan bebas menurut konteks tumbuhan. Temuan pada penelitian ini menunjukkan adanya ragam vegetasi dalam dongeng-dongeng Nusantara Bertutur berupa unsur-unsur tumbuhan seperti daun, pohon, dan bunga yang dinarasikan sebagai sarana kontemplasi. Temuan selanjutnya menandaskan eksotopi tentang tumbuh-tumbuhan itu penting, tetapi sering tidak tampak ke permukaan. Mulai dari unsur-unsur tumbuhan dedaunan yang bertransformasi sebagai vegetasi herba, hasil industri kreatif, dan bahan pembuatan permainan tradisional yang dirasa mulai tergerus zaman. Ada unsur pepohonan berperan sebagai alat konservasi lingkungan hidup, resistansi, dan pelindung vegetasi lain di sekitarnya. Terakhir, ada bunga-bunga difungsikan sebagai pembuatan mahkota, pembawa pluralitas pesan, dan dijadikan gaya melankolis dalam narasi dongeng.
DEKONSTRUKSI CERITA-CERITA RAKYAT MALUKU: UPAYA MENCIPTAKAN NEOLOGISME MAKNA DALAM SASTRA ANAK Saharul Hariyono; Asma Wati Ndita
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 2 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i2.82874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya unsur-unsur narasi dalam buku cerita rakyat Maluku yang dinilai kurang ramah bagi pembaca anak. Adapun tujuan penelitian ini: pertama, menemukan dan menafsirkan ragam unsur bermasalah dalam cerita rakya Maluku; kedua, mendekonstruksi cerita rakyat Maluku tanpa menghilangkan nilai budaya lokalnya; ketiga, memerikan alternatif atau menghasilkan cerita rakyat Maluku yang lebih sesuai dengan prinsip sastra anak (mendidik, imajinatif, dan ramah psikologis). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan dekosntruksi Jacques Derrida. Data penelitian bersumber dari teks cerita rakyat Maluku yang kemudian dianalisis melalui tahap pelacakan isu logosentrisme, aporia, dan pemaknaan ulang terhadap narasi kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak cerita rakyat Maluku mengandung tema-tema berat. Anak-anak, belum memiliki kapasitas kognitif untuk memahami secara kritis tema-tema ini, sehingga berpotensi menimbulkan rasa takut atau ketidakpahaman terhadap pesan moral yang ingin disampaikan. Bahkan beberapa cerita mengandung deskripsi kekerasan, baik sebagai bagian dari konflik maupun konsekuensi moral. Cerita rakyat Maluku memiliki kekayaan budaya dan nilai historis yang besar, namun sebagian unsur naratif dan tematik di dalamnya kurang cocok untuk anak-anak. Dekonstruksi berhasil mengubah cerita rakyat Maluku yang kaku menjadi neologisme atau kebaruan makna yang lebih ramah secara psikologis dan edukatif bagi anak-anak.