Adisel Adisel
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI CALISTUNG DI KELAS 3 MI ASY-SYIFA Adisel Adisel; Chintya Sari; Putri Mustriana Mukhasonah; Septi Rahayu; Ullik Nurhalimah; Windu Apriani
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v4i2.10399

Abstract

Kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung (calistung) merupakan tantangan utama dalam pendidikan dasar yang dapat memengaruhi perkembangan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan calistung dan menawarkan solusi efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% siswa mengalami kesulitan membaca, 50% kesulitan menulis, dan 70% kesulitan berhitung. Faktor utama meliputi metode pembelajaran yang kurang variatif, minimnya kebiasaan belajar di rumah, serta kurangnya media pembelajaran interaktif. Solusi yang direkomendasikan mencakup pembelajaran interaktif, keterlibatan orang tua, penggunaan media inovatif, serta peningkatan kompetensi guru. Dengan strategi ini, diharapkan kesulitan calistung dapat dikurangi, mempersiapkan siswa untuk jenjang pendidikan lebih tinggi.
ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 DI MI TERPADU MUTIARA ASSYIFA KOTA BENGKULU Adisel Adisel; Rahma Ulandari; Pemi Aila; Syafirah Legiana; Prima Wiza Mayoli; Repaldo Rahma Ilahi
Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/progresif.v4i2.10401

Abstract

Perkembangan teknologi dalam era Society 5.0 membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Guru di MI dituntut untuk memiliki kompetensi profesional yang mencakup penguasaan teknologi, pedagogik, serta nilai-nilai etika dan budaya dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi profesional guru di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu dalam menghadapi Society 5.0, serta mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambat implementasi teknologi dalam pembelajaran. Dengan metode kualitatif studi kasus, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kompetensi pedagogik dan sosial yang baik, tetapi masih menghadapi kendala dalam penguasaan teknologi. Diperlukan kebijakan pendidikan yang fleksibel serta program pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan era digital.
Strengthening Students' Religious Nationalism through Religious Moderation Programs in Islamic Higher Education Suryati Suryati; Ahmad Suradi; Adisel Adisel; Nazarmanto Nazarmanto
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i2.2600

Abstract

This study addresses a gap in research on religious moderation and nationalism, which has largely remained descriptive and has insufficiently examined how religious nationalism develops through educational processes or influences students’ commitment to the nation. In particular, limited attention has been given to the interaction of cognitive, affective, and behavioral dimensions within religious moderation programs in Islamic higher education. This research employs a qualitative case study approach conducted at an Islamic higher education institution. Data were collected through in-depth interviews with lecturers, program coordinators, and students, as well as participant observation of learning activities and campus programs related to religious moderation. Purposive sampling was used to select informants directly involved in the program. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure validity. The findings indicate that religious moderation programs significantly strengthen students’ religious nationalism through a multidimensional process of value internalization, attitude transformation, and behavioral actualization. Students develop an integrative understanding of religion and nationalism that fosters inclusive, tolerant attitudes, active civic engagement, and participation in national and social activities. Religious nationalism also enhances ideological resilience against radicalism and reinforces commitment to national unity. This study contributes to the literature by offering an integrative framework that explains how cognitive, affective, and behavioral dimensions interact in shaping religious nationalism among students. Its novelty lies in conceptualizing religious nationalism as a multidimensional outcome of religious moderation programs. The findings further suggest that policymakers and higher education institutions should strengthen dialogical, contextual, and experiential learning strategies to promote social cohesion, civic responsibility, and resilience against extremist ideologies.