Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization of Microcontroller Based Sensors in the Implementation of Independent Learning at MA YPKP Sentani Jayapura: Pemanfaatan Sensor Berbasis Mikrokontroler Dalam Implementasi Merdeka Belajar di MA YPKP Sentani Jayapura Hardi Hamzah; Tiyas Nur Janah; Jepron Ben Wenda; Meson Yekwa; Rachmadani O. Susilowati; Muhammad N. Agriawan
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schools are required to implement the independent learning curriculum. This curriculum provides an open space for children to explore and express their interest in learning so that in the future children will have a good spirit of competence and good characteristics. The application of technology in schools is very suitable for the context of independent learning. One of the problems experienced by schools is that they have not utilized technology such as microcontrollers in the teaching and learning process. This community service program is implemented through 3 stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. In the preparation stage, observations and interviews were carried out. At the program implementation stage, the teaching and learning process is carried out using a project-based learning model. The evaluation stage is carried out during the service activity process and afterwards. During the process, students are evaluated. Based on the results of the implementation of activities, it is known at MA YPKP Sentani that the implementation of the independent learning program using a project-based learning model that utilizes microcontroller-based sensors has gone well. It is hoped that the results of this activity can become a benchmark for the development of the learning process as targeted by the activity objectives.
Geofisika Pertanian: Penerapan Geolistrik Pada Daerah Pertanian Solusi Permsalahan Gagal Panen Petani di Arso Hardi Hamzah; Rahman Rahman; Tiyas Nur Janah; Ahmad Rezaldi Maulana
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5452

Abstract

Gagal panen merupakan masalah serius yang dihadapi petani di berbagai daerah pertanian, salah satunya kelompok tani kampung wiantre. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan petani dalam mengetahui kondisi tanah secara detail, termasuk tingkat kelembaban dan nutrisi tanah yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Dengan kurangnya informasi ini, petani sulit untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan lahan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan teknologi geolistrik dalam pertanian guna memberikan solusi bagi permasalahan gagal panen yang dihadapi oleh petani. Melalui penggunaan metode geolistrik, diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi tanah secara mendalam, sehingga petani dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko gagal panen. Metode yang akan digunakan meliputi survei lapangan untuk pemetaan area pertanian, pengambilan data geolistrik menggunakan perangkat khusus, analisis data untuk menginterpretasikan kondisi tanah, dan penyusunan rekomendasi untuk pengelolaan lahan berdasarkan informasi yang diperoleh. Kolaborasi dengan kelompok tani dan ahli geolistrik akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan implementasi teknologi ini dan memaksimalkan manfaatnya bagi petani. Diharapkan bahwa implementasi teknologi geolistrik ini akan membantu petani untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan pemahaman petani tentang kondisi tanah dan air tanah di lahan pertanian mereka, sehingga para petani dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam manajemen pertanian mereka.