Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Developing Technological Literacy in Papua's Local Policy-Based Learning in Environmental Monitoring: Pengembangan Literasi Teknologi pada Pembelajaran Berbasis Kebijakan Lokal Papua dalam Pemantauan Lingkungan Khaeriah Dahlan; Rahman; Hardi Hamzah; Nalince Naomi Paraibabo; Ahmad Rezaldi Maulana
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 4 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aims to enhance technological literacy and strengthen STEM (science, technology, engineering, and mathematics) education at SMA Pembangunan V Yapis Waena, Papua, through the introduction of sensor technology based on the Arduino Uno microcontroller integrated with local wisdom. The program addresses key challenges, including limited access to technology, insufficient integration of local contexts into learning, and the lack of students’ hands-on experience in environmental monitoring. The activities were conducted through teacher training, project-based learning, and community collaboration over one semester. The implementation results showed a significant increase in students’ technological literacy and STEM competence, with an average improvement of 30% in conceptual understanding, 60% in programming skills, and 35% in scientific collaboration. Teachers demonstrated greater confidence in utilizing Arduino devices and developing digital learning materials. The program’s outputs include a contextual learning module based on Arduino, simple environmental monitoring prototypes, and a student project exhibition involving the local community. The program has generated measurable impacts, such as improved environmental awareness, stronger collaboration between schools and communities, and the establishment of a locally integrated STEM learning model that can be replicated in other schools across Papua.
Geofisika Pertanian: Penerapan Geolistrik Pada Daerah Pertanian Solusi Permsalahan Gagal Panen Petani di Arso Hardi Hamzah; Rahman Rahman; Tiyas Nur Janah; Ahmad Rezaldi Maulana
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5452

Abstract

Gagal panen merupakan masalah serius yang dihadapi petani di berbagai daerah pertanian, salah satunya kelompok tani kampung wiantre. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan petani dalam mengetahui kondisi tanah secara detail, termasuk tingkat kelembaban dan nutrisi tanah yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Dengan kurangnya informasi ini, petani sulit untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan lahan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan teknologi geolistrik dalam pertanian guna memberikan solusi bagi permasalahan gagal panen yang dihadapi oleh petani. Melalui penggunaan metode geolistrik, diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi tanah secara mendalam, sehingga petani dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko gagal panen. Metode yang akan digunakan meliputi survei lapangan untuk pemetaan area pertanian, pengambilan data geolistrik menggunakan perangkat khusus, analisis data untuk menginterpretasikan kondisi tanah, dan penyusunan rekomendasi untuk pengelolaan lahan berdasarkan informasi yang diperoleh. Kolaborasi dengan kelompok tani dan ahli geolistrik akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan implementasi teknologi ini dan memaksimalkan manfaatnya bagi petani. Diharapkan bahwa implementasi teknologi geolistrik ini akan membantu petani untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko gagal panen. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan pemahaman petani tentang kondisi tanah dan air tanah di lahan pertanian mereka, sehingga para petani dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam manajemen pertanian mereka.