Eni Purwanti
RS Bethesda Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN AROMATERAPI PAPERMINT TERHADAP PENURUNAN DERAJAT XEROSIS PASIEN HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RS SWASTA DI YOGYAKARTA TAHUN 2025: CASE REPORT Hesti Setyaningtyas; Vivi Retnointening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.24

Abstract

Latar Belakang: Kulit kering (xerosis) adalah salah satu komplikasi pada pasien yang menjalani hemodialisis disebabkan oleh beberapa faktor. Metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kulit kering (xerosis) salah satunya adalah mengkombinasikan Virgin coconut oil (VCO) dengan aromaterapi papermint. Gejala utama: Pasien mengatakan kulitnya kering dan bersisik putih dengan skala Overall Dry Skin Score (ODSS) skor 3. Metode: Jenis karya ilmiah akhir adalah studi kasus. Populasi yaitu pasien gagal ginjal kronik dengan sampel 1 orang. Intervensi yang dilakukan yaitu mengoleskan kombinasi Virgin coconut oil (VCO) dengan aromaterapi papermint dilakukan sehari 2x pagi dan sore selama 4 hari. Instrument yang digunakan yaitu dengan skala Overall Dry Skin Score (ODSS). Hasil: Hasil intervensi selama 2x pertemuan dan dilanjutkan dirumah yang dipantau melalui WA didapatkan skor skala ODSS pre dengan skor 3 dan post dengan skor 1. Kesimpulan: Kombinasi Virgin coconut oil (VCO) dengan aromaterapi papermint efektif untuk mengurangi skala kulit kering (xerosis). Saran: Penerapan kombinasi Virgin coconut oil (VCO) dengan aromaterapi Papermint dapat dilakukan dirumah sebagai intervensi mandiri untuk mengurangi kulit kering.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN FOOT MASSAGE MENGGUNAKAN MINYAK CENDANA DAN ROM PASIF UNTUK MENCEGAH KRAM PADA PASIEN CKD YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA : STUDI KASUS Melanie Rambu Moha; Vivi Retno Intening; Eni Purwanti
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Press Release Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v2i1.27

Abstract

Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis seperti penderita Chronic Kidney Disease (CKD) sering mengalami kram otot pada proses hemodialisa.  Proses hemodialisis bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan racun dari tubuh. Apabila cairan yang dikeluarkan terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Sehingga perubahan kadar elektrolit secara mendadak dapat menyebabkan kram otot. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan pada pasien CKD untuk mencegah terjadinya kram otot adalah foot massage dan ROM Pasif. Foot massage memberikan pijatan yang merangsang sirkulasi darah ke area yang terdampak. Peningkatan aliran darah ini memastikan pengiriman oksigen dan nutrisi penting yang lebih baik ke otot sehingga dapat mencegah terjadinya kram. Gerakan ROM pasif membantu melancarkan aliran darah ke area otot yang terkena kram.. Gejala utama: Komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisa adalah kram otot. Metode: Metode dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir ini adalah menggunakan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian foot massage dan ROM Pasif yang dilakukan selama 3 kali dalam 2 minggu dengan durasi 15 menit. Pengkajian kram otot menggunakan Muscle Cramp Questionnaire. Hasil: Hasil intervensi foot massage dan ROM pasif mendapatkan perubahan yaitu tidak terjadi cram pada saat intra hemodialisa maupun post hemodialisa. Kesimpulan: Foot Massage dan ROM Pasif dapat berpengaruh dalam mencegah kram otot pada pasien CKD yang sedang menjalani hemodialisa Saran: Foot Massage dan ROM Pasif dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah kram otot pada pasien chronic kidney disease yang sedang menjalani hemodialisa.