Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis seperti penderita Chronic Kidney Disease (CKD) sering mengalami kram otot pada proses hemodialisa. Proses hemodialisis bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan racun dari tubuh. Apabila cairan yang dikeluarkan terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Sehingga perubahan kadar elektrolit secara mendadak dapat menyebabkan kram otot. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan pada pasien CKD untuk mencegah terjadinya kram otot adalah foot massage dan ROM Pasif. Foot massage memberikan pijatan yang merangsang sirkulasi darah ke area yang terdampak. Peningkatan aliran darah ini memastikan pengiriman oksigen dan nutrisi penting yang lebih baik ke otot sehingga dapat mencegah terjadinya kram. Gerakan ROM pasif membantu melancarkan aliran darah ke area otot yang terkena kram.. Gejala utama: Komplikasi yang sering terjadi pada pasien hemodialisa adalah kram otot. Metode: Metode dalam penulisan Karya Ilmiah Akhir ini adalah menggunakan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian foot massage dan ROM Pasif yang dilakukan selama 3 kali dalam 2 minggu dengan durasi 15 menit. Pengkajian kram otot menggunakan Muscle Cramp Questionnaire. Hasil: Hasil intervensi foot massage dan ROM pasif mendapatkan perubahan yaitu tidak terjadi cram pada saat intra hemodialisa maupun post hemodialisa. Kesimpulan: Foot Massage dan ROM Pasif dapat berpengaruh dalam mencegah kram otot pada pasien CKD yang sedang menjalani hemodialisa Saran: Foot Massage dan ROM Pasif dapat dilakukan secara mandiri untuk mencegah kram otot pada pasien chronic kidney disease yang sedang menjalani hemodialisa.
Copyrights © 2026