Nyeri pascaoperasi merupakan masalah utama yang berdampak pada kualitas pemulihan pasien dan kerap dikelola dengan analgesik farmakologis, meski metode ini membawa risiko efek samping dan tidak selalu memberikan pengendalian nyeri optimal. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Virtual Reality (VR) terhadap penurunan nyeri pasien post operasi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel dari database Pubmed, Google Scholar, dan ResearchGate menggunakan kata kunci “virtual reality”, “nyeri”, dan “pasien post operasi” didapatkan 220 artikel dari tiga database tahun 2020-2025 yang kemudia dilakukan pemilihan artikel sesuai kriteria inklusi menggunakan metode PRISMA sehingga didapatkan 10 artikel terpilih yang akan di telaah. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi VR secara signifikan mampu mengurangi nyeri, meningkatkan kenyamanan dan relaksasi, serta menurunkan kecemasan dan kebutuhan analgesik pada pasien pasca operasi. Efektivitas VR sangat dipengaruhi waktu pemberian, dengan hasil lebih optimal bila diberikan pada fase intraoperatif dan dini pascapembedahan. Selain VR tidak memiliki efek samping yang kompleks, penerapan VR membawa dampak positif untuk pasien, sehingga dapat diimplementasikan secara luas, termasuk pada pasien lansia. Studi juga menegaskan bahwa VR berperan sebagai distraktor visual sensorik yang mengalihkan fokus dari stimulus nyeri ke dunia virtual imersif, memodulasi persepsi nyeri secara neurofisiologis. VR merupakan inovasi efektif dan aman untuk terapi nyeri post operasi serta berpotensi memperkuat manajemen nyeri berbasis teknologi digital.