This Author published in this journals
All Journal Jurnal Berkawan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Berkawan

KETERAMPILAN PEMBUATAN DIMSUM SAYUR BAYAM SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DALAM UPAYA PENGURANGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Qonita Huwaida; Rafi Abrar Pratama; Nik'mah Cahyaning Tyas; Anisa Putri Utami; Athania Diva Casimira; Millah Kamilah; Nimas Ayu Anggraeni; Dheonita Marsyanda Rofifah; Rona Fariza; Afifah Putri Rejeki; Nabila Anindita Nareswari; Rizki Amalia Putri Nurdita; Wachidah Yuniartika; Noor Alis Setiyadi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.6048

Abstract

Anemia adalah masalah umum yang sering terjadi pada remaja putri yang sedang menstruasi, terutama karena kurangnya asupan zat besi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan remaja putri di Desa Klaseman, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo tentang anemia melalui edukasi kesehatan dan workshop pembuatan dimsum bayam sebagai pendamping tablet Fe. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024 di Balai Desa Klaseman dan dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari remaja putri dan kader posyandu. Kegiatan dimulai dengan pengisian presensi dan pre-test untuk mengukur keterampilan awal peserta tentang anemia. Edukasi kesehatan mengenai bahaya anemia kemudian disampaikan melalui ceramah, diikuti dengan demonstrasi pembuatan dimsum bayam. Setelah itu, peserta melakukan post-test dan berpartisipasi dalam FGD untuk mendiskusikan pengetahuan yang baru mereka peroleh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Sebelum edukasi, 33,3% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia, sedangkan setelah edukasi, angka tersebut meningkat menjadi 79,2%. Selain itu, keterampilan peserta dalam membuat dimsum bayam sebagai makanan pendamping tablet Fe juga meningkat secara signifikan, dengan semua peserta berhasil memahami dan mempraktikkan teknik pembuatan dimsum yang benar. Kesimpulannya, pendekatan edukasi kesehatan yang disertai dengan workshop praktis terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan remaja putri terkait pencegahan anemia. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar edukasi kesehatan tentang pentingnya konsumsi zat besi dilakukan secara berkala dan melibatkan lebih banyak remaja serta kader posyandu