Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Edukasi Penanganan On-Site Finger Injury Pada Atlet Basket Farid Rahman; Calvin Hendrawan Roneta; Dhiva Luhtirani Yanitamara; Muhammad Raihan Maulidan; Shureenzen Suci Syafatillah; Nimas Ayu Anggraeni; Arif Pristianto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10162

Abstract

Basket menjadi salah satu olahraga yang memiliki peminat terbanyak, namun tak jarang atlet yang menekuni olahraga tersebut harus mundur karena mengalami cedera yang parah.  Atlet yang kurang dalam memahami teknik-teknik dasar seperti (dribble, shooting, pivot, lay-up, dll) yang berada di bola basket akan berisiko mengalami cedera. Salah satu cedera yang sering terjadi pada atlet bola basket ialah mallet finger injury. Cedera ini disebabkan oleh adanya deformitas yang disebabkan oleh adanya disrupsi dari tendon ekstensor digitorum dan sering terjadi pada lingkungan olahraga dengan basis melempar. Mallet finger injury yang mengenai atlet basket membuat atlet kesulitan dalam melakukan gerakan ekstensi jari secara aktif, hal ini tentu berakibat fatal terhadap performa yang dihasilkan, salah satunya ialah atlet yang berada di Unit Bola Basket Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam upaya mencegah berkurangnya performa dan keoptimalan permainan, perlu dilakukan treatment atau rehabilitasi saat berada di lapangan. Perawatan on-site atau dilapangan tentunya memiliki prosedur yang harus diperhatikan. Pemberian edukasi TOTAPS dan PEACE and LOVE kepada atlet UBB Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan cara menyampaikan materi serta melakukan simulasi kepada atlet tersebut. Leaflet menjadi salah satu upaya tim pelaksana pengabdian masyarakat dalam media penyampaian materi. Dalam sosialisasi tersebut, didapatkan hasil bahwa atlet dapat memahami dan mempraktikkan secara tepat tentang penanganan on-site mallet finger injury, dibuktikan dengan hasil skor pre dan post-test pemahaman atlet. Tim pelaksana pengabdian masyarakat mampu mencapai tujuan utama pelaksanaan kegiatan komunitas.Basketball is one of the sports with the most enthusiasts, but it is not uncommon for athletes who pursue the sport to retreat due to severe injuries. Athletes who lack understanding of basic techniques such as (dribble, shooting, pivot, lay-up, etc.) in basketball will be at risk of injury. One injury that often occurs in basketball athletes is a mallet finger injury. This injury is caused by a deformity caused by disruption of the extensor digitorum tendon and often occurs in a throwing-based sports environment.Mallet finger injury that affects basketball athletes makes it difficult for athletes to perform active finger extension movements; this is certainly fatal to the resulting performance, including athletes in the Basketball Unit of Universitas Muhammadiyah Surakarta. To prevent reduced performance and game optimization, it is necessary to perform treatment or rehabilitation in the field. On-site or field treatment certainly has procedures that must be considered. Providing TOTAPS, PEACE, and LOVE education to UBB athletes at Universitas Muhammadiyah Surakarta by delivering material and conducting simulations for these athletes. Leaflets are one of the efforts of the community service implementation team in delivering material. In the socialization, the results showed that athletes can understand and practice appropriately about the on-site handling of mallet finger injuries, as evidenced by the pre and post-test scores of athletes' understanding. The community service implementation team can achieve the main objectives of implementing community activities.
KETERAMPILAN PEMBUATAN DIMSUM SAYUR BAYAM SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING TABLET TAMBAH DARAH (TTD) DALAM UPAYA PENGURANGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Qonita Huwaida; Rafi Abrar Pratama; Nik'mah Cahyaning Tyas; Anisa Putri Utami; Athania Diva Casimira; Millah Kamilah; Nimas Ayu Anggraeni; Dheonita Marsyanda Rofifah; Rona Fariza; Afifah Putri Rejeki; Nabila Anindita Nareswari; Rizki Amalia Putri Nurdita; Wachidah Yuniartika; Noor Alis Setiyadi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.6048

Abstract

Anemia adalah masalah umum yang sering terjadi pada remaja putri yang sedang menstruasi, terutama karena kurangnya asupan zat besi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan remaja putri di Desa Klaseman, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo tentang anemia melalui edukasi kesehatan dan workshop pembuatan dimsum bayam sebagai pendamping tablet Fe. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024 di Balai Desa Klaseman dan dihadiri oleh 34 peserta yang terdiri dari remaja putri dan kader posyandu. Kegiatan dimulai dengan pengisian presensi dan pre-test untuk mengukur keterampilan awal peserta tentang anemia. Edukasi kesehatan mengenai bahaya anemia kemudian disampaikan melalui ceramah, diikuti dengan demonstrasi pembuatan dimsum bayam. Setelah itu, peserta melakukan post-test dan berpartisipasi dalam FGD untuk mendiskusikan pengetahuan yang baru mereka peroleh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Sebelum edukasi, 33,3% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia, sedangkan setelah edukasi, angka tersebut meningkat menjadi 79,2%. Selain itu, keterampilan peserta dalam membuat dimsum bayam sebagai makanan pendamping tablet Fe juga meningkat secara signifikan, dengan semua peserta berhasil memahami dan mempraktikkan teknik pembuatan dimsum yang benar. Kesimpulannya, pendekatan edukasi kesehatan yang disertai dengan workshop praktis terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan remaja putri terkait pencegahan anemia. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar edukasi kesehatan tentang pentingnya konsumsi zat besi dilakukan secara berkala dan melibatkan lebih banyak remaja serta kader posyandu