Qorri Putri Mahfudhoh
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KOLABORASI INTERPROFFESIONAL PADA PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA GENTAN KECAMATAN BAKI Rayhan Nur Hakim; Anggun Kurnia Wati; Nilna Minati Najibah; Vania Ardianingrum; Sandya Windu Mustika; Ellora Widyana; Vivi Nur Fadhila; Qorri Putri Mahfudhoh; Conny Aktifa Novaliana; Anindita Antya Candrika; Silvia Rahma Devita Sari; Nabila Lutfiana Putri; Izzatul Arifah; Fitriana Mustikaningrum
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i1.6055

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak balita, stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Prevalensi stunting di Indonesia sudah mengalami penurunan dari tahun 2021 akan tetapi hal tersebut belum terjadi pada Desa Gentan dimana prevalensi suntuitng masih cukup tinggi sebesar 1,1% atau sekitar 6 balita yang terdeteksi stunting, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pola asuh anak dan masalah lingkungan terkait pengelolaan sampah. Sebagai upaya dari kejadian tersebut dilakukan kegiatan intervensi yang meliputi Deteksi Dini Stunting, PMT Go, Edukasi Massage Bayi, dan Sosialisasi Pemilahan Sampah, melibatkan empat profesi kesehatan berbeda. Tujuan dilakukan kegiatan intervensi tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait makanan bergizi, mengathui tanda dan gejala stunting, cara pemberian stimulus untuk meningkatkan nafsu makan pada anak, serta cara pengelolahan sampah yang benar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan pada ibu balita tentang stunting setelah kegiatan penyuluhan deteksi dini stunting. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test dalam setiap kegiatan penyuluhan yang dilakukan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dini stunting melalui berbagai pendekatan, termasuk edukasi langsung dan demonstrasi praktis. Dengan demikian, pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait stunting yang nantinya diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting di Desa Gentan. Untuk kedepannya disarankan untuk terus mengembangkan dan memperluas program serupa serta melibatkan lebih banyak pihak untuk meningkatkan dampak sosialnya secara berkelanjutan.
Gambaran Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada Remaja Dusun Wonosari Qorri Putri Mahfudhoh; Ainaya Fatihah; Widya Herawati; Amara Wahyu Alfiana; Ajeng Faninda Fitri Ardiani; Bunga Cintantya Rudisty; Nur Riqqah Maulita; Tri Ismiyati; Anisa Catur Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan terjadinya peningkatan pada tekanan darah pada seseorang dengan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dalam perkiraan waktu pengukuran selama lima menit dalam keadaan seseorang yang cukup istirahat atau tenang. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan pada remaja adalah melalui penerapan gaya hidup yang sehat. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang perilaku pencegahan Hipertensi melalui penyuluhan kesehatan. Metode: Metode yang digunakan pada dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui penyuluhan kesehatan melalui ceramah menggunakan media poster. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan hipertensi. Hasil: Skor pengetahuan rata-rata peserta meningkat dari 5,15 pada pre-test menjadi 8,54 pada post-test. Selain itu, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 53,8% menjadi 92,3% setelah penyuluhan. Simpulan: Dengan Demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan hipertensi di kalangan remaja Dusun Wonosari.