Nur Riqqah Maulita
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Pemilihan Sampah Organik dan Anorganik, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN Karanganyar 1 Nur Riqqah Maulita; Raihan Nafi Pramadhana; Arya Risang Rasendriya; Amelia Pritasari; Lia Kicky Mahmudi; Fatimawati Nugraheni; Salsabila Syiva Ajeng Pramesti; Anis Ayu Arinda; Lavita Nur Indah Sari; Claristha Kristya Widyantoro; Marsa Arinal Haq; Eni Fauziana; Anisa Catur Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan sampah dan berperilaku hidup bersih dan sehat di Desa Karanganyar merupakan persoalan bersama. Oleh karenanya, persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah melainkan diperlukan tanggung jawab, komitmen, dan keterlibatan dari semua pihak yang telah berkontribusi atas meningkatnya produksi sampah. Tujuan intervensi agar pengetahuan anak sekolah dapat meningkat terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, dapat menerapakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan benar, dan ber-PHBS. Metode: Penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi. Penyuluhan diberikan dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan pemutaran video mengenai pentingnya tata cara cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang baik dengan metode bernyanyi kemudian mempraktikkannya. Menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) kepada siswa-siswi didapatkan skor rata-rata sebesar 77,88 dan setelah diberikan edukasi terkait PHBS dan CTPS mengalami peningkatan sebesar 92.73. Dengan demikian terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi sebesar 19%. Setelah Dilakukan Pelaksanaan Kegiatan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS terdapat adanya peningkatan pengetahuan yang awalnya rata- rata skor 77,88 meningkat 19% menjadi 92,73. Dari kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) siswa kelas 5 dan 6 juga langsung mempraktekkan yang bertujuan untuk menerapkan secara langsung dengan baik dan benar.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pa'DarT (Paham, Sadar, dan Terapkan) Mengenai Pengelolaan Sampah Nur Riqqah Maulita; Azizah Khomsah; Salma Zhafira; Mentari Pradana Aditama; Luthfiyah Aliyana Ilma; Mochammad Haikal Nuralif; ida Berliana Amanda Nur Hidayah; Anindya Rintha Affindha; Fera Rizkiana Purwanto; Nur Hafizhah; Eny Fauziana; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah adalah salah satu masalah faktual yang dihadapi oleh sebagian besar wilayah di Indonesia. Masih banyaknya lahan kosong atau perkebunan di daerah pedesaan dan sebagian besar wilayahnya dilalui sungai, membuat masyarakat di Dusun III Desa Tawang Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo masih banyak yang membuang sampah ke sungai ataupun di lingkungan sekitarnya dengan cara dibakar. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan tentang pengelolaan sampah dan pelatihan pembuatan perangkap jentik (ovitrap) dari botol plastik serta pembuatan pot bunga dari popok atau diapers. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi pengelolaan sampah yaitu metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan media massa berupa video, pamflet, dan brosur. Sedangkan untuk metode penyampaian pelatihan pembuatan perangkap jentik (ovitrap) dan pot bunga menggunakan metode demonstrasi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan saat pertemuan Ibu - ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun III Tawang, Posyandu Bayi dan Balita, PKK Dukuh Karang, Nayan, dan Totorejo Dusun III Tawang pada hari Jumat - Minggu, 12 - 14 Januari 2024. Pada sosialisasi pemilahan sampah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat paham akan materi yang diberikan. Selain itu, dalam kegiatan yang dihadiri oleh ibu-ibu dapat membuat masyarakat sangat antusias mendengarkan materi tersebut. Selain itu, masyarakat juga antusias dalam pembuatan ovitrap. Pada sosialisasi dan pelatihan pembuatan pot dari popok menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan oleh masyarakat. Hal ini juga ditunjukkan bahwa masyarakat juga antusias dalam pembuatan pot dari popok.
Pelatihan Budidaya Maggot dan Bank Sampah Kepada Kader Kesehatan sebagai Upaya Pemanfaatan Sampah Organik di Desa Karanganyar Ade Madona; Yulian Gilang Prayoga; Annisa Nur Syahadah; Nafilla Titan Prasetya Daryono; Athaya Nadya Zuhra; Puri Larasati; Alifia Anggraeni Prameswari; Alifah Ulima Zhafira; Iqbal Maulana Ihsan; Nur Riqqah Maulita; Eny Fauziana; Salsabila Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia sehari-hari tidak lepas dari kebutuhan terhadap lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah lingkungan yang bebas dari berbagai kotoran, termasuk di antaranya debu, sampah dan bau. Masih banyak masyarakat yang membungan sampah di sungai atau selokan yang dapat menyebabkan banjir yang tidak diduga. Rendahnya kualitas lingkungan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah dengan menggunakan metode Sosialisasi dengan Jenis data yag digunakan dalam kegiatan ini adalah data Kuantitatif yang mengukur tingkat pengetahuan kader Kesehatan di Desa Karanganyar. Tahap Perencanaan dan Persiapan ini terdiri dari mempelajari indikator permasalahan sampah yang ada di Desa Karanganyar. Tahapan pelaksanaan terdiri dari 2 aktivitas,yakni Sosialisasi Budidaya Maggot dan Sosialisasi Bank Sampah. Tahap Evaluasi yaitu observasi dan pengumpulan data Tingkat pengetahuan Kader Kesehatan. Dari hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan Berdasarkan pretest dan posttest yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi pelatihan budidaya maggot terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang signifikan sebanyak 16 peserta (84%). Hal ini sesuai penelitian dari (Rika, 2023) masyarakat RT 3/ RW 11 Kelurahan Air Tawar Barat Kecamatan Padang Utara mereka telah mengetahui dengan baik cara budidaya maggot dan juga telah sukses melakukan praktek pengolahan sampah organik dengan maggot. Sedangkan untuk kegiatan kedua dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi pelatihan bank sampah terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang signifikan sebanyak 13 peserta (68%). Hal ini didukung oleh (Putu Ayu, 2022) Program Bank Sampah berhasil menciptakan ketertarikan dan keaktifan ibu-ibu PKK.
Gambaran Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada Remaja Dusun Wonosari Qorri Putri Mahfudhoh; Ainaya Fatihah; Widya Herawati; Amara Wahyu Alfiana; Ajeng Faninda Fitri Ardiani; Bunga Cintantya Rudisty; Nur Riqqah Maulita; Tri Ismiyati; Anisa Catur Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan terjadinya peningkatan pada tekanan darah pada seseorang dengan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dalam perkiraan waktu pengukuran selama lima menit dalam keadaan seseorang yang cukup istirahat atau tenang. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan pada remaja adalah melalui penerapan gaya hidup yang sehat. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang perilaku pencegahan Hipertensi melalui penyuluhan kesehatan. Metode: Metode yang digunakan pada dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui penyuluhan kesehatan melalui ceramah menggunakan media poster. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan hipertensi. Hasil: Skor pengetahuan rata-rata peserta meningkat dari 5,15 pada pre-test menjadi 8,54 pada post-test. Selain itu, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 53,8% menjadi 92,3% setelah penyuluhan. Simpulan: Dengan Demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan hipertensi di kalangan remaja Dusun Wonosari.