Firda Dwi Anggriany
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN SCREENING HIPERTENSI PADA KADER PKK DESA KERTONATAN Refansa Desfa Dinata; Vina Alviana; Serilda Alya Madaniyah; Angelita Noor Ramadhini; Finna Rachma Agustin; Feby Margareta; Ivana Dewi Solihah; Destianna Destianna; Firda Dwi Anggriany; Nur Lailatul Muhlishoh; Septiana Ratnawati; Aulia Febriani; Ega Tanaya; Ayu Khoirotul Umaroh; Faizah Betty Rahayuningsih
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.6072

Abstract

Mayoritas mortalitas di dunia penyebabnya adalah penyakit tidak menular, salah satunya adalah hipertensi. Pada bulan Mei menunjukkan prevalensi penderita hipertensi yaitu sejumlah 16 orang berdasarkan data dari wawancara bidan desa. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang hipertensi serta pola hidup yang kurang baik oleh Masyarakat. Penyuluhan tentang hipertensi dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkanpengetahuan mengenai penyakit hipertensi serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan edukasi intensif kepada 30 responden Kader PKK Desa Kertonatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader PKK ditunjukkan dengan nilai mean sebelum penyuluhan adalah 6,13. Sedangkan nilai mean setelah penyuluhan adalah 8,77. Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan efektif memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Masyarakat Desa Kertonatan. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk memperluas cakupan dan mendalamkan pemahaman mengenai strategi intervensi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kesehatan ini.
The Relationship Between Knowledge and Attitudes About Fast Food and Nutritional Status Among Adolescents at SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo Firda Dwi Anggriany; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Nur Lathifah Mardiyati
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/k4bpyt32

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth that increases nutritional requirements, making adolescents more susceptible to nutritional problems when their dietary patterns are not balanced. One contributing factor is the frequent consumption of fast food, which is typically high in energy, fat, and sugar. This study aims to examine the relationship between knowledge and attitudes regarding fast food and the nutritional status of adolescents at SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo. This observational research employed a cross-sectional design and involved 77 students selected through cluster random sampling. Data on knowledge and attitudes were collected using structured questionnaires, while nutritional status was assessed through anthropometric measurements. The data were analyzed using the Chi-Square test. The results indicate that most respondents were within the normal nutritional status category, although several were classified as overweight. While the majority of students demonstrated adequate to good knowledge of fast food, their attitudes toward fast food consumption were generally less favorable. Statistical analysis showed no significant association between knowledge and nutritional status (p=0.353), nor between attitudes and nutritional status (p=0.350). The study concludes that adequate knowledge does not necessarily correspond to optimal nutritional status, as attitudes toward fast food consumption are influenced by multiple factors. Therefore, efforts to improve adolescents' nutritional status should not only focus on providing nutritional information but also on fostering healthier attitudes and eating behaviors.