Afiyah Nur Azizah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN DAN YOGA IBU HAMIL DALAM MENCEGAH BBLR DI DESA PURBAYAN Zaenal Muttaqqin; Wahyu Andriawan; Rahmania Ulfi Ariyanti; Nita Puspitasari; Threeya Andriyani Puspitasari; Bella Hasnia Cahyaningrum; Syahira Yuma Nabila; Nur Asa Rhahmadani Susanti; Aisyah Dani Hanifah; Erina Anindya Putri; Adhisty Fachrine Ayu Saqina; Afiyah Nur Azizah; Amalia Salma Anindya; Rinna Ainul Maghfiroh; Anisa Catur Wijayanti; Nenny Kusdinarwati; Suyadi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6118

Abstract

Rendahnya pemahaman ibu hamil di Desa Purbayan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo tentang status kesehatan dan gizi memiliki dampak signifikan terhadap terjadinya stunting pada anak-anak di bawah lima tahun. Faktor-faktor seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) juga berkontribusi besar terhadap risiko stunting pada anak anak. Upaya pencegahan dan penanganan stunting perlu dilakukan dengan melibatkan peningkatan pengetahuan ibu hamil, pemenuhan gizi yang tepat, serta intervensi yang terintegrasi melalui pendidikan kesehatan dan layanan Kesehatan yang berkualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan nutrisi, fungsional, dan edukasi kesehatan di desa Purbayan guna mencegah BBLR dan stunting. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat bersama ibu hamil, bidan desa dan kader posyandu Desa Purbayan Kecamatan Baki dilakukan dengan tahapan pretest, pemaparan edukasi, yoga ibu hamil, diskusi, post-test dan Analisa pemahaman ibu hamil. Evaluasi kegiatan ini menggunakan pretest dan postest dengan media Presentasi Power Point. Hasil: kegiatan rata-rata post-test 8,36 dan pre test 7,54. Kesimpulan: kegiatan ini adalah pemberian edukasi Kesehatan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan tentang faktor resiko BBLR pada ibu hamil di desa Purbayan.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah melalui Penyuluhan Demam Berdarah dan Demonstrasi Pembuatan Spray Anti Nyamuk dari Kulit Jeruk Ilham Nur Ahmadyani; Septiana Ratnawati; Fanni Rachma Agustin; Alya Tsurrayya; Chindy Fatma Zahara Wijanarko; Mifta Huljana Bakung; Dhea Putri Mardiyanti; Afiyah Nur Azizah; Junita Putri Salsabila; Sri Utami; Rezania Asyfiradayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mendukung berkembangnya berbagai penyakit yang ditularkan oleh vektor, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue melalui nyamuk Aedes aegypti. Peningkatan kasus DBD di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif untuk menekan penyebarannya. Salah satu solusi potensial adalah pemanfaatan bahan alami seperti kulit jeruk, yang mengandung senyawa bioaktif limonoid, saponin, dan tannin. Senyawa-senyawa ini berperan sebagai insektisida alami yang mampu mengganggu perkembangan nyamuk dan efektif sebagai larvasida. Metode: Pengabdian Masyarakat dilakukan melalui pendekatan edukasi dan demonstrasi pembuatan SEMAJER (Semprotan Anti Nyamuk Kulit Jeruk) kepada 50 peserta di Desa Tegalsari. Program ini melibatkan pre-test, penyuluhan, demonstrasi, dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dari 42% memiliki pengetahuan baik sebelum penyuluhan menjadi 100% setelahnya. Simpulan: Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD, tetapi juga memberikan keterampilan dalam memanfaatkan kulit jeruk sebagai larvasida alami yang ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi mendukung pengendalian DBD secara berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat melalui solusi yang inovatif dan aplikatif.