This Author published in this journals
All Journal Kajen
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Edukasi melalui Leaflet Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Antinyeri Rasional di Kecamatan Kedungwuni Pekalongan Karima Yulianti; Ainun Mutoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Yulian Wahyu Permadi
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.4

Abstract

Nyeri seringkali dirasakan seseorang, nyeri dapat mengganggu aktivitas sehingga harus segera diobati. Penggunaan obat nyeri banyak digunakan bebas oleh masyarakat karena keterbatasan pengetahuan dalam pelaksanaan swamedikasi dapat menyebabkan kesalahan, sehingga diperlukan edukasi supaya pengobatan tersebut rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap pengetahuan penggunaan obat yang rasional untuk swamedikasi. Penelitian ini menggunakan metode prospektif desain quasi experimental tipe one group pretestpostest with control group, dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Responden penelitian berjumlah 100 dibagi menjadi dua kelompok. Total 50 responden kelompokkontrol dan 50 responden kelompok eksperimen. Hasil penelitian karakteristik responden di Kecamatan Kedungwuni pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki 38% dan perempuan 62%,responden berusia 18-28 tahun sebesar 35%, pendidikan terakhir responden paling banyak SMA sebesar 21%, pekerjaan yang mendominasi adalah ibu rumah tangga sebesar 30%, penghasilan responden <Rp.1.000.000 dan jarak dari rumah ke apotek paling banyak jarak dekat <1km sebesar 66%. Tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Kedungwuni sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 66% dan tingkat pengetahuan sesudah diberi edukasi masuk dalam kategori baik sebesar 92%. Terdapat pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap pengetahuan swamedikasi antinyeri rasional di Kecamatan Kedungwuni dikarenakan pada uji mann-whitney nilai p-value <0,05. Masyarakat diharapkan aktif mencari informasi dalam melakukan swamedikasi agar rasional dan lebih memperhatikan obat yang akan digunakan untuk pengobatan mandiri.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Tentang DAGUSIBU Obat Oral di Desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang tahun 2020 Dewi Herdina Puspasari; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Mutoharoh
E-Jurnal Kajen Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv5i02.6

Abstract

Pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan obat akan menentukan pengelolaan obat secara benar. DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat. Dalam masyarakat harus memahami informasi mengenai obat dari mendapatkan, menggunakan, menyimpan sampai membuangnya dengan benar. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2019 tertulis bahwa warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik demi mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat tentang DAGUSIBU obat oral di Desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang berdasarkan umur dan tingkat pendidikan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif. Populasi dari penelitian yaitu semua masyarakat yang berdomisili di Desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang. Sampel yang digunakan berjumlah 99 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat oral di Desa Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang yang berpengetahuan kurang berjumlah 24 responden, pengetahuan cukup berjumlah 44 responden dan pengetahuan baik sejumlah 31 responden. Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Banyumudal memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang DAGUSIBU obat oral. Sikap masyarakat Desa Banyumudal termasuk dalam kategori positif yaitu dengan nilai korelasi 0,265. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat tentang DAGUSIBU obat oral sehingga alangkah baiknya lebih ditingkatkan dengan memperoleh informasi mengenai DAGUSIBU obat oral di Desa Banyumudal.
EVALUASI DAN PERSEPSI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI KOMBINASI KONVENSIONAL-FITOTERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KELURAHAN TIRTO KOTA PEKALONGAN Shinta Andriyawati; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Mutoharoh; Yulian Wahyu Permadi
E-Jurnal Kajen Vol 6 No 02 (2022): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 06 No. 02
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv6i02.6

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Tirto menempati posisi nomor dua dengan kejadian hipertensi tertinggi di Kota Pekalongan. Pasien hipertensi di wilayah Kelurahan Tirto menggunakan anthipertensi konvensional maupun kombinasi konvensional-fitoterapi untuk mengatasi hipertensi yang diderita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat karakteristik pasien, persepsi pasien, efektivitas terapi, dan hubungan antara persepsi dengan efektivitas terapi yang dihasilkan dari penggunaan antihipertensi kombinasi konvensional-fitoterapi. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimental (observasional). Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan desain kohort prospektif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 92 responden yang terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok pengguna terapi antihipertensi konvensional, serta kelompok pengguna terapi antihipertensi kombinasi konvensional-fitoterapi. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat, uji Chi-Square dan Odss Ratio. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (60,9 %); berusia 45-64 tahun (55,4 %); berpendidikan terakhir SD (52,2 %); bekerja sebagai ibu rumah tangga (42,4 %); lama menderita hipertensi >1 tahun (54,3 %); jenis obat konvensional yang digunakan adalah amlodipin (72,8 %); fitoterapi yang digunakan adalah timun (31,5 %). Sebagian besar responden memiliki persepsi tentang penggunaan antihipertensi kombinasi konvensional-fitoterapi baik (86,3 %), dan efektivitas terapi baik dilihat dari tekanan darah pasien terkontrol (79,3 %). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05) dan nilai Odds Ratio sebesar 5,7; dapat diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi dengan efektivitas terapi. Perlu dilakukan penelitian lain mengenai metode yang digunakan dan variabel penelitian seperti variabel motivasi.