Dessy Syofiyanti
Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatun Najah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Prakarya Edukatif bagi Guru sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Dessy Syofiyanti; Dian Purnomo; Yolla Franssisca
SIGMA : Jurnal Sinergi Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM-IAI Hidayatullah Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61456/jurnalsigma.v3i1.288

Abstract

Creativity is one of the important aspects of early childhood development that needs to be stimulated from an early age through a fun and contextual approach. One of the effective media to develop children's creativity is educational crafts, because they are able to train fine motor skills, imagination, and divergent thinking skills. However, there are still many PAUD teachers who do not have adequate skills and knowledge in designing and making crafts that are in accordance with the stage of child development. In response to this, this community service activity aims to improve teachers' competence in making educational crafts with the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which focuses on utilizing the potential and assets owned by the community. The activity was carried out in District Rengat involving 25 teachers from various PAUD institutions. The implementation stages include mapping local assets, training on techniques for making crafts from recycled and local materials, and implementation assistance in learning. The results showed that teachers were able to create various types of thematic crafts that were interesting and supported learning, such as story dolls made of patchwork, letters and numbers from cardboard, and environment-based props. In addition to improving teachers' skills, another impact observed is the increase in children's participation and enthusiasm in learning activities. This training not only builds teacher capacity, but also encourages community collaboration in supporting children's creativity. This service is expected to be a sustainable first step in improving the quality of early childhood education services based on local potential.
Strategi Pembelajaran Kognitif-Emotif untuk Mengatasi Kecemasan Ujian Online: Analisis Gender Zubaidah Amir MZ; Dessy Syofiyanti; Dian Purnomo; Nabila Muna Mufidah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.499

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan pascapandemi telah mendorong pemanfaatan ujian online sebagai metode evaluasi utama di perguruan tinggi. Meskipun efisien dan fleksibel, pelaksanaan ujian daring memunculkan tantangan psikologis, terutama berupa kecemasan akademik yang dapat menghambat performa mahasiswa ini yang melatarbelakangi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen kecemasan ujian online, mengevaluasi persepsi efektivitas pelaksanaan ujian daring, mengidentifikasi penyebab kecemasan, serta mengkaji manajemen teknis ujian berbasis Google Classroom dan Google Meet berdasarkan perspektif gender. Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa hasil survei melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Responden terdiri dari 24 mahasiswa, yaitu 7 laki-laki dan 17 perempuan. Teknik analisis data menggunakan tabulasi silang (crosstabulation) dan persentase untuk mengeksplorasi perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item angket kecemasan memiliki validitas tinggi (r = 0.472–0.831; p < 0.05) dan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha = 0.939). Sebanyak 41,7% mahasiswa menilai pelaksanaan ujian online cukup efektif, dengan kecenderungan mahasiswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Faktor utama penyebab kecemasan adalah ketidakpastian teknis, keterbatasan waktu, dan tekanan akademik, yang dominan dirasakan oleh perempuan. Google Classroom dinilai cukup efektif oleh 50% responden, sedangkan Google Meet dinilai mendukung interaksi namun belum sepenuhnya mengurangi kecemasan. Pembahasan mengaitkan temuan dengan pendekatan kognitif-emotif, menunjukkan bahwa restrukturisasi pola pikir irasional melalui strategi ini dapat membantu mahasiswa, khususnya perempuan, dalam mengelola kecemasan. Studi ini menegaskan bahwa pelaksanaan ujian online perlu dirancang tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dengan mempertimbangkan keseimbangan kognitif dan emosional peserta didik.