Dian Purnomo
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Kognitif-Emotif untuk Mengatasi Kecemasan Ujian Online: Analisis Gender Zubaidah Amir MZ; Dessy Syofiyanti; Dian Purnomo; Nabila Muna Mufidah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.499

Abstract

Perubahan paradigma pendidikan pascapandemi telah mendorong pemanfaatan ujian online sebagai metode evaluasi utama di perguruan tinggi. Meskipun efisien dan fleksibel, pelaksanaan ujian daring memunculkan tantangan psikologis, terutama berupa kecemasan akademik yang dapat menghambat performa mahasiswa ini yang melatarbelakangi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen kecemasan ujian online, mengevaluasi persepsi efektivitas pelaksanaan ujian daring, mengidentifikasi penyebab kecemasan, serta mengkaji manajemen teknis ujian berbasis Google Classroom dan Google Meet berdasarkan perspektif gender. Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa hasil survei melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Responden terdiri dari 24 mahasiswa, yaitu 7 laki-laki dan 17 perempuan. Teknik analisis data menggunakan tabulasi silang (crosstabulation) dan persentase untuk mengeksplorasi perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item angket kecemasan memiliki validitas tinggi (r = 0.472–0.831; p < 0.05) dan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s Alpha = 0.939). Sebanyak 41,7% mahasiswa menilai pelaksanaan ujian online cukup efektif, dengan kecenderungan mahasiswa perempuan menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Faktor utama penyebab kecemasan adalah ketidakpastian teknis, keterbatasan waktu, dan tekanan akademik, yang dominan dirasakan oleh perempuan. Google Classroom dinilai cukup efektif oleh 50% responden, sedangkan Google Meet dinilai mendukung interaksi namun belum sepenuhnya mengurangi kecemasan. Pembahasan mengaitkan temuan dengan pendekatan kognitif-emotif, menunjukkan bahwa restrukturisasi pola pikir irasional melalui strategi ini dapat membantu mahasiswa, khususnya perempuan, dalam mengelola kecemasan. Studi ini menegaskan bahwa pelaksanaan ujian online perlu dirancang tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dengan mempertimbangkan keseimbangan kognitif dan emosional peserta didik.
Implementing a Deep Learning Pedagogical Approach in Social Studies to Improve Elementary Students' Social Skills Dian Purnomo; Rohani Rohani; Yasnel Yasnel; Fanny Suci Fadillah; Dessy Syofiyanti
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 3 (2026): June
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i3.1743

Abstract

Elementary education requires learning that develops both academic understanding and students' social competence. Social Studies learning in elementary and madrasah settings remains largely teacher-centered and has not optimally developed social skills. Empirical studies integrating Social Studies, Deep Learning pedagogy, and Dikdasmen Graduate Profile are still limited. This study examines the design and implementation of Deep Learning-based Social Studies learning to support students' social competence. A mixed methods exploratory sequential design involved one Grade V teacher and 24 students at MIN 1 Indragiri Hulu. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, documentation, and social competence instruments. Quantitative analysis used descriptive statistics and the Wilcoxon test. Results show contextual, collaborative, reflective, and project-based learning with high social competence (M = 83.72). The Wilcoxon test indicated a significant difference from the criterion (p < 0.001) and a strong effect size (r = 0.71). Findings indicate students' scores exceeded the expected standard, suggesting strong outcomes rather than pre–post improvement. The study provides implications for strengthening assessment rubrics, reflective practices, and teacher facilitation in Social Studies.