Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Study Coastal Protection Using Stones Crushed and Tetrapod (Case study at Ujong Blang Beach) Teuku Muhammad Ridwan; Abdul Jalil
Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS) Vol. 3 (2022): Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MI
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/micoms.v3i.209

Abstract

Ujong Blang Beach and Jagu Beach are in Lhokseumawe City. The purpose of this study was to plan a breakwater along the coast of Ujong Blang as an alternative for coastal protection. This includes specifying the details of the breakwater layers and calculating the dimensions of the breakwater. Applying the Hudson method to obtain the diameter and weight of stones grains. The protective layer material uses crushed stones and tetrapods. The results of the analysis obtained breakwater dimensions obtained based on a slope of 1: 2. The results of the analysis that have been obtained are made in the drawing 2D as a result of designing rock mounds with a slope of 1: 2. Breakwaters are planned in a position to protect the coast from waves. The planned breakwater height is 6.32 meters so it has the same elevation and crest dimensions, but the material volume will change less due to the lower contour differences in the sea.This type of breakwater is suitable for Ujong Blang beach, because it will have a good effect on the tourism business. The number of protected layer grains on a slope of 1:2 has a material use of 0.23 tons of tetrapods and a peak width of 3.5 meters.
Analisis Spasial Zonasi Kerentanan Longsor pada  Ruas Jalan Nasional Banda Aceh –  Aceh Jaya T. Muharrizal Fadhli; Rahmatun Maula; Abdul Jalil; Tika Hapsari; Tarmizi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Nasional Lintas Banda Aceh - Aceh Jaya merupakan penghubung utama ibukota Provinsi Aceh dengan kabupaten dibagian barat Aceh. Jalan sepanjang 246 km merupakan produk pasca Tsunami 2004 oleh USAID yang melintasi wilayah pegunungan Paro, Kulu, dan Geurutee. Peneliti mencatat telah terjadi 29 kali bencana longsor selama periode tahun 2020-2025. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan zona kerentanan tinggi longsor di sepanjang ruas jalan sehingga kedepannya mampu membangun sistem rapid evaluation terhadap wilayah dengan kondisi kerentanan tinggi. Metode Analytical Hierarchy Process memiliki keunggulan terutama pada kajian tanah longsor karena mampu mengklasifikasikan zona kerawanan longsor secara rinci. Parameter utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu parameter litologi, kemiringan lereng, relief relatif, tutupan lahan, kebasahan tanah dan curah hujan. Berdasarkan hasil analisis terdapat 10 zona yang memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor. Model ini divalidasi melalui pendekatan berbasis kejadian aktual yaitu 29 titik kejadian longsor periode tahun 2020-2025. Berdasarkan rasio titik longsor, 10 titik longsor (34,5%) berada pada zona kerentanan tinggi dan 15 titik (51,7%) berada pada zona kerentanan sedang. Pola distribusi kejadian longsor tersebut mengindikasikan tingkat akurasi model yang diperoleh dapat dikategorikan sebagai kualitas model baik.