Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Granulometri Batupasir Formasi Tutut di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh Anggi Aulia; Dina Gunarsih; Lia Fitria Rahmatillah; Dewi Sartika; Tika Hapsari; Akmal Muhni
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1791

Abstract

This study examines the grain-size distribution of the Tutut Formation sandstone using granulometric analysis. The purpose of this granulometric observation is to determine the depositional environment and its transportation mechanisms. In addition to using granulometric methods, this study also includes geological mapping to observe the rock lithology in the field. The results show that the study location consists of sandstone and mudstone units of the Tutut Formation, Meulaboh sand deposit units, and alluvial deposit units. The characteristics of Tutut Formation sandstone are gray-brown, reddish-brown due to weathering, coarse to fine sand grain size, medium to slightly rounded roundness, and does not react with HCl. Based on granulometric analysis, Tutut Formation sandstone has an average grain size of 0.214-0.327 ϕ, which is classified as coarse sand. The degree of sorting is 0.321 ϕ to 0.417 ϕ, with an average of 0.35 ϕ, so it is classified as good. Skewness values range from 0.107 to 0.263, with an average of 0.1775 ϕ, indicating fine skewness. The 0.1775 ϕ of the average skewness value indicates that the flow in this depositional environment is turbulent and a river depositional environment. Meanwhile, the kurtosis value ranges from 0.060 to 0.11, indicating a platykurtic to highly platykurtic distribution, suggesting a fairly diverse and even grain-size distribution from fine sizes in the matrix to coarse sizes. The diverse grain size implies that the matrix fills the pores between coarse grains. Thus, porosity is not available and has no potential as a reservoir rock.
UNSUR TANAH JARANG PADA BATUPASIR: STUDI KASUS PADA BATUPASIR FORMASI RAMPONG DI DESA KETUKAH, GAYO LUES, ACEH Dina Gunarsih; Lia Fitria Rahmatillah; Akmal Muhni; Dewi Sartika; Tika Hapsari; Yurda Marvita
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2592

Abstract

Unsur tanah jarang (UTJ) semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan teknologi kendaraan listrik, industri hijau, dan industri lainnya. Indonesia memiliki potensi UTJ yang berkaitan dengan keberadaan batuan beku dan batuan sedimen. Penelitian pada batupasir Formasi Rampong di Ketukah, Gayo Lues menarik dilakukan karena batuan ini berasal dari pelapukan batuan granit. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui komposisi batupasir Formasi Rampong dan unsur – unsur kimia batuan, termasuk unsur utama dan UTJ. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi dan geokimia menggunakan teknik XRF dan ICP. Enam sampel petrografi diamati terdiri dari empat batupasir quartz arenite dan dua batupasir feldsphatic greywacke. Kedua jenis batupasir tersebut merupakan batuan yang tersusun dari dominan butiran, dengan komposisi matriks 2.5% - 4.5% pada batupasir quartz arenite dan 18.83% - 21.13% pada batupasir feldsphatic greywacke. Quartz arenite tersusun dari mineral kuarsa, sedikit litik dan muskovit, semen silika dan semen oksida besi. Feldsphatic greywacke terdiri dari kuarsa, K-Feldspar, plagioklas, fragmen litik, muskovit, semen silika serta semen oksida besi. Analisis geokimia mengungkapkan bahwa UTJ pada batupasir ini adalah Neodimium (Nd) berkisar antara 19.21 ppm hingga 23.81 ppm dan Praseodimium (Pr) berkisar antara 5.76 ppm hingga 5.89 ppm. Unsur tersebut diinterpretasikan terkonsentrasi dalam mineral lempung dan oksida besi dengan pengkayaan relatif rendah.
Analisis Spasial Zonasi Kerentanan Longsor pada  Ruas Jalan Nasional Banda Aceh –  Aceh Jaya T. Muharrizal Fadhli; Rahmatun Maula; Abdul Jalil; Tika Hapsari; Tarmizi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Nasional Lintas Banda Aceh - Aceh Jaya merupakan penghubung utama ibukota Provinsi Aceh dengan kabupaten dibagian barat Aceh. Jalan sepanjang 246 km merupakan produk pasca Tsunami 2004 oleh USAID yang melintasi wilayah pegunungan Paro, Kulu, dan Geurutee. Peneliti mencatat telah terjadi 29 kali bencana longsor selama periode tahun 2020-2025. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan zona kerentanan tinggi longsor di sepanjang ruas jalan sehingga kedepannya mampu membangun sistem rapid evaluation terhadap wilayah dengan kondisi kerentanan tinggi. Metode Analytical Hierarchy Process memiliki keunggulan terutama pada kajian tanah longsor karena mampu mengklasifikasikan zona kerawanan longsor secara rinci. Parameter utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu parameter litologi, kemiringan lereng, relief relatif, tutupan lahan, kebasahan tanah dan curah hujan. Berdasarkan hasil analisis terdapat 10 zona yang memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor. Model ini divalidasi melalui pendekatan berbasis kejadian aktual yaitu 29 titik kejadian longsor periode tahun 2020-2025. Berdasarkan rasio titik longsor, 10 titik longsor (34,5%) berada pada zona kerentanan tinggi dan 15 titik (51,7%) berada pada zona kerentanan sedang. Pola distribusi kejadian longsor tersebut mengindikasikan tingkat akurasi model yang diperoleh dapat dikategorikan sebagai kualitas model baik.
ANALISIS GRANULOMETRI DAN KEMATANGAN BATUPASIR FORMASI KOTABAKTI DAN ANGGOTA PADANGTIJI SEBAGAI EVALUASI AWAL POTENSI RESERVOIR MINYAK DAN GAS BUMI Hidayat Syah Putra; Tika Hapsari; Intan Mutia Anindira Putri; Dina Gunarsih; Fahri Adrian
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.8936

Abstract

Formasi Kotabakti dan Anggota Padangtiji yang berkembang di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Utara yang berpotensi sebagai batuan reservoir migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statistik granulometri dan tingkat kematangan batupasir serta implikasinya terhadap kualitas reservoir. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis granulometri dengan metode ayakan terhadap enam sampel batupasir, serta analisis petrografi sayatan tipis pada empat sampel batuan. Analisis granulometri dilakukan untuk memperoleh parameter statistik ukuran butir berupa mean, sortasi, skewness, dan kurtosis, sedangkan analisis petrografi digunakan untuk menentukan komposisi mineralogi, kandungan matriks, serta klasifikasi batupasir berdasarkan (Pettijohn, 1975) dan (Dunham, 1962). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batupasir didominasi oleh ukuran butir pasir sangat halus hingga pasir sedang dengan sortasi baik hingga sangat baik. Namun, beberapa sampel petrografi memiliki kandungan matriks yang tinggi (>15%) seperti lithic wacke sehingga diklasifikasikan pada tingkat kematangan tekstural yang rendah (immature). Batupasir lithic wacke menunjukkan kehadiran fragmen litik dalam jumlah signifikan yang mengindikasikan pengaruh lingkungan tektonik aktif pada saat sedimentasi (Dickinson and Suczek, 1979), namun implikasinya terhadap pembentukan porositas sekunder memerlukan analisis diagenesis yang lebih mendalam. Secara umum, hasil analisis granulometri batupasir pada STA 2, STA 10, dan STA 18 dikategorikan sebagai poor reservoir quality, sedangkan STA 28, STA 37, dan STA 57 memiliki moderate reservoir quality. Penelitian ini menegaskan bahwa tingkat kematangan batupasir berperan penting dalam mengontrol kualitas reservoir, namun evaluasi reservoir secara komprehensif memerlukan integrasi dengan data petrofisika.
PROVENANCE ANALYSIS OF SANDSTONE IN THE SEURELA FORMATION IN JEUMPA DISTRICT, BIREUN REGENCY, ACEH PROVINCE Dewi Sartika; Shafira Putri Rizani; Rifqan Rifqan; Akmal Muhni; Dina Gunarsih; Lia Fitria Rahmatillah; Fahri Adrian; Tika Hapsari
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.9194

Abstract

Based on geological conditions, the research location is in the Seurela Formation. The Seurela Formation has a lithology consisting of sublitoral calcareous sandstone and mudstone with a Pliocene age. Although the Seurela Formation has been extensively studied regarding its stratigraphy and sedimentology, information concerning sandstone provenance—specifically based on quantitative petrographic analysis and tectonic setting interpretation—remains limited. Consequently, the origin of the sedimentary material and its relationship to the region's tectonic evolution are not yet comprehensively understood. Provenance analysis was conducted on the sandstone using geological mapping and petrography methods. The geological mapping method was carried out by collecting data directly in the field through observations of rock lithology. Meanwhile, the petrography method was analyzed using JMicrovision to calculate the mineral composition in thin sections of the rock. This study was conducted to determine the geological conditions and provenance of the sandstone in the Seurela Formation at the research location. Based on the research that has been done, the results indicate that the Seurela Formation is found with alternating carbonate silt sandstone. Provenance analysis at the research location was conducted on four sandstone samples with codes OC52, OC57, OC25, and OC27. Provenance analysis was performed using a QFL diagram. Based on the origin analysis, the sandstone in the Seurela Formation indicates from a tectonic recycling orogen and an eroded arc environment.