Rendahnya minat dan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa sekolah dasar merupakan salah satu permasalahan yang masih banyak ditemukan di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut juga terjadi pada siswa di Sekolah Dasar Desa Sakay, yang menunjukkan masih rendahnya antusiasme belajar serta kemampuan membaca yang belum optimal. Permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya pendampingan orang tua di rumah, keterbatasan waktu pembelajaran di sekolah, serta perbedaan kemampuan membaca di antara siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa melalui program pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung, pengelompokan siswa berdasarkan tingkat kemampuan, serta pembelajaran yang bersifat interaktif dan motivatif. Sasaran kegiatan adalah 32 siswa yang masih berada pada tahap pembelajaran Iqro dan Al-Qur’an. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi terhadap partisipasi, antusiasme, kepercayaan diri, dan perkembangan kemampuan membaca siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat belajar yang ditandai dengan kehadiran yang lebih konsisten, partisipasi aktif, serta keberanian siswa dalam membaca. Selain itu, kemampuan membaca siswa juga mengalami perkembangan secara bertahap sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Program ini juga memberikan dampak pada perubahan perilaku belajar, di mana sebagian siswa mulai mengulang bacaan di rumah. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan yang sederhana namun berkelanjutan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan.