Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendampingan UMKM Berbasis Analisis Perilaku untuk Pencegahan Food Waste: Pilot Project pada Jiji Kopitiam Semarang: Indonesia Sari, Dewi Purnama; Wahyudan, Mohamad Bayu; Pradipta, Audrey; Kho, Herry Fernandes; Setyono, Hilda Fazira; Hermawanputri, Sarasifa Mashia; Nurdiyana, Kartika Ratih
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 1, Maret 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss1.art15

Abstract

Food waste is a significant challenge for culinary MSMEs due to weak raw material management and the absence of standardized operational procedures. This community service initiative aims to strengthen raw material management capacity to prevent overstock in the MSME pilot project, Jiji Kopitiam. The method consists of three stages: first, system analysis and intervention planning, which include problem identification and intervention design; second, program implementation; and third, the development of a sustainability plan. Root-cause analysis was conducted using a Fishbone diagram, while behavioral identification referred to the COM-B model to determine the behavioral change requirements. Intervention planning was developed using the Theory of Change and behavioural change identification to ensure that all activities followed a logical pathway toward the expected outcomes. The interventions included educational workshops, storage-layout simulations, the development of simplified SOPs, the strengthening of stock recording practices, and public educational campaigns. The results of the mentoring process indicate an improved understanding of raw material management among MSMEs, the adoption of labeling and reorganized storage practices, and increased awareness of systematic stock recording. The formulation of a sustainability plan further enhanced the likelihood of maintaining these improved practices. Overall, this mentoring program successfully fostered initial behavioral changes relevant to reducing food waste in culinary MSMEs.  
Partisipatory Business Model: Strategi Pengembangan Desa Wisata Rintisan Montongsari, Kabupaten Kendal Sunarti, Sunarti; Damayanti, Maya; Rahdriawan, Mardwi; Untari, Rustina; Adelina, Cathleya; Setyono, Hilda Fazira
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 1 (2026): JPWK Volume 22 No. 1 March 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i1.78149

Abstract

Desa wisata rintisan merupakan langkah strategis dalam peningkatan perekonomian lokal melalui pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Pengembangan tersebut dapat tumbuh secara partisipatif melalui peran masyarakat dalam keterlibatan aktif pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan pariwisata. Desa Montongsari merupakan desa yang direncanakan menjadi desa wisata rintisan, karena telah menemukan potensi baru untuk pengembangan pariwisata. Terdapat hambatan, yaitu masyarakat memiliki keterbatasan pengetahuan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola pariwisata di Desa Montongsari. Meskipun demikian, terdapat keinginan yang kuat dari masyarakat dalam mewujudkan pengembangan pariwisata di Desa Montongsari. Dibutuhkan suatu instrumen strategi yang dapat menjembatani masyarakat dalam menambah pengetahuan terkait pengelolaan pariwisata di Desa Montongsari. Tujuan penelitian adalah menganalisis instrumen participatory business model yang dapat digunakan masyarakat sebagai strategi pengembangan Desa Wisata Rintisan Montongsari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik Focus Group Discussion (FGD) dengan Pemerintah Desa Montongsari, kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan karang taruna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen participatory business model dalam bentuk Business Model Canvas (BMC) dapat digunakan masyarakat dalam pemetaan potensi guna melakukan pengembangan pariwisata di Desa Montongsari. Dengan demikian, perencanaan yang melibatkan partisipasi masyarakat dapat menjadi inovasi dalam pengembangan desa wisata rintisan.