Ibu postpartum pasca sectio caesarea (SC) sering mengalami gangguan pola tidur yang disebabkan oleh nyeri luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kelelahan fisik. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kenyamanan ibu pada masa nifas. Oleh karena itu diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi gangguan pola tidur pada ibu postpartum post sectio caesarea di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode yang digunakan adalah analisis praktik keperawatan melalui pendekatan studi kasus pada seorang ibu postpartum post sectio caesarea yang dirawat di ruang kebidanan. Asuhan keperawatan dilakukan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang mengacu pada standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Intervensi inovasi berupa terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali sehari dan durasi ±15–20 menit. Hasil pengkajian awal menunjukkan klien mengalami kesulitan memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, serta durasi tidur yang tidak adekuat. Setelah dilakukan implementasi terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun selama tiga hari, terjadi perbaikan pola tidur yang ditandai dengan meningkatnya durasi tidur malam, berkurangnya frekuensi terbangun, serta meningkatnya rasa relaksasi dan kenyamanan klien. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang membantu meningkatkan kualitas tidur pada ibu postpartum post sectio caesarea. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan maternitas untuk mendukung proses pemulihan ibu pascapersalinan.