Jhelsi Damanik
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pola Asuh Islami Terhadap Pembentukan Karakter Anak di Era Globalisasi Putri Syahbilah; Syalwa Nur Alisya; Jhelsi Damanik; Hapni Laila Siregar
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi memberikan pengaruh besar terhadap proses pembentukan karakter anak. Akses yang luas terhadap internet dan media digital tidak hanya memberikan dampak positif berupa kemudahan memperoleh informasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku dan nilai moral anak. Oleh karena itu, peran keluarga melalui penerapan pola asuh Islami menjadi sangat penting dalam membimbing anak agar mampu menghadapi berbagai pengaruh globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pola asuh Islami dalam menghadapi pengaruh globalisasi terhadap karakter anak di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan responden yang terdiri dari orang tua dan anak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan pola asuh Islami dengan menanamkan nilai-nilai agama, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta pembiasaan ibadah seperti salat dan mengaji. Selain itu, orang tua juga memberikan pengawasan terhadap penggunaan gadget dan media digital agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak. Di sisi lain, anak memahami bahwa nilai-nilai agama yang diajarkan oleh orang tua membantu mereka dalam menjaga perilaku serta menyaring pengaruh negatif dari lingkungan dan media sosial. Dengan demikian, penerapan pola asuh Islami yang disertai dengan keteladanan, pembiasaan, komunikasi, dan pengawasan orang tua dapat membantu membentuk karakter anak yang berakhlak baik serta mampu menghadapi pengaruh globalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan religius.Kata kunci : Pola Asuh Islami, Globalisasi, Karakter Anak, Pendidikan Keluarga
Pandangan Remaja terhadap Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial serta Kaitannya dengan Kemampuan Berbahasa Indonesia Isma Khairah Harahap; Putri Zulaida; Jhelsi Damanik; Nazwa Syafira; Ika Febriana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya penggunaan bahasa gaul di media sosial yang berpotensi memengaruhi kemampuan berbahasa Indonesia remaja, sehingga bertujuan untuk mengkaji pandangan remaja terhadap penggunaan bahasa gaul di media sosial serta kaitannya dengan kemampuan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semiterstruktur terhadap empat orang remaja yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria aktif menggunakan media sosial. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja memandang bahasa gaul sebagai bentuk komunikasi yang wajar, santai, dan berfungsi dalam membangun kedekatan sosial serta mengekspresikan identitas diri, sertadigunakan secara intensif dalam situasi informal di media sosial. Meskipun demikian, remaja memiliki kesadaran untuk menggunakan bahasa Indonesia baku dalam konteks formal, walaupun masih terdapat ketidakkonsistenan dalam penerapannya. Selain itu, penggunaan bahasa gaul menunjukkan adanya keterkaitan yang cukup terlihat dengan kemampuan berbahasa Indonesia, terutama dalam penggunaan kosakata baku, penyusunan kalimat, dan pembedaan konteks formal dan informal. Dengan demikian, penggunaan bahasa gaul tidak hanya merupakan fenomena komunikasi, tetapi juga memiliki implikasi terhadap kemampuan berbahasa Indonesia, sehingga diperlukan kesadaran berbahasa agar remaja mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai dengan konteks komunikasi.Kata kunci : Bahasa Gaul, Remaja, Media Sosial, Kemampuan Berbahasa Indonesia
Analisis Pemahaman Siswa terhadap Konsep Sudut dalam Pembelajaran Matematika di UPT SMP Negeri 14 Medan Maria Lilis Sartika Waruwu; Jhelsi Damanik; Rosmelia Elsada Sinaga; Najwa Dwi Heryanti; Gazla Hilmia Yunanda Rangkuti; KMA Fauzi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47287

Abstract

Understanding the concept of angles is an essential part of learning geometry; however, it remains a common difficulty for students. This study aims to analyze students’ understanding of angle concepts in mathematics learning at UPT SMP Negeri 14 Medan. This research employed a descriptive quantitative approach, with data collected through observation and written tests. The sample consisted of 27 seventh-grade students selected using purposive sampling. Students’ understanding was analyzed based on four aspects: basic conceptual understanding, representation ability, computational ability, and application ability. The results showed that basic conceptual understanding was in the good category (81%), representation ability was in the low category (37%), computational ability was in the moderate category (67%), and application ability was also in the moderate category (70%). These findings indicate that students have a good understanding of basic concepts; however, they still experience difficulties in representing and applying these concepts optimally. Therefore, it is necessary to implement learning strategies that emphasize the development of representation skills and problem-solving abilities in order to enhance students’ understanding of angle concepts in a more comprehensive and meaningful way.