This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

P PEMETAAN ZONA KERENTANAN PENCEMARAN AIRTANAH BERBASIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN MENGGUNAKAN METODE SUSCEPTIBILITY INDEX (SI): PEMETAAN ZONA KERENTANAN PENCEMARAN AIRTANAH Donny Harisuseno; Mohammad Bisri; Nabillah Eva Wahyuningtyas
Jurnal Teknika Vol 18 No 1 (2026): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v18i1.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan zona kerentanan airtanah terhadap pencemaran di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, dengan menggunakan metode Susceptibility Index (SI). Parameter yang dianalisis meliputi kedalaman muka airtanah, imbuhan airtanah, media akuifer, kemiringan lereng, serta penggunaan lahan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan tingkat kerentanan tertinggi ditemukan di Dusun Gedangsewu dan Pojok. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kondisi hidrogeologi wilayah dengan risiko pencemaran airtanah yang mungkin terjadi. Masyarakat setempat sangat bergantung pada airtanah sebagai sumber utama untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi pertanian. Di sisi lain, aktivitas antropogenik seperti pertanian dan penambangan batu kapur secara intensif di kawasan ini berpotensi memperbesar risiko pencemaran airtanah. Validasi kualitas air dilakukan melalui pengambilan sampel dari sumur warga, yang menunjukkan bahwa wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi cenderung memiliki kadar Total Dissolved Solids (TDS) dan kekeruhan yang lebih tinggi. Selain itu, ditemukannya serpihan putih saat air dimasak mengindikasikan adanya kandungan kapur terlarut dalam air. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tulungagung Tahun 2023–2043, yang mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara kondisi kerentanan dan pola pemanfaatan lahan saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang berkelanjutan serta integrasi data kerentanan airtanah dalam kebijakan penataan ruang untuk mengurangi risiko pencemaran jangka panjang.