Lirik lagu sebagai teks kultural memuat sistem tanda yang merepresentasikan pengalaman emosional manusia, salah satunya pengalaman cinta. Lagu Hati-Hati di Jalan karya Tulus menghadirkan narasi cinta yang tidak berhenti pada romantisme kebersamaan, tetapi juga memuat pengalaman kehilangan dan penerimaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi makna cinta yang dibangun melalui sistem tanda dalam lirik lagu tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure yang menelaah hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Data penelitian berupa teks lirik lagu Hati-Hati di Jalan yang dianalisis melalui tahap identifikasi tanda, klasifikasi relasi penanda–petanda, serta interpretasi makna secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi cinta dalam lagu tersebut terbentuk melalui rangkaian tanda kebahasaan yang menggambarkan perjalanan emosional hubungan, meliputi fase pertemuan, munculnya harapan, pengalaman kebersamaan, hingga perpisahan dan penerimaan. Penanda seperti bertemu, kita, bersama, tak bersama, dan melanjutkan perjalanan membangun makna cinta sebagai proses dinamis yang tidak selalu berakhir pada kepemilikan, tetapi menekankan kedewasaan emosional, empati, dan keikhlasan dalam merelakan. Temuan ini menegaskan bahwa semiotika Saussure mampu menjelaskan proses pembentukan makna dalam lirik lagu sekaligus memperlihatkan bahwa teks musik populer dapat merepresentasikan pengalaman cinta secara reflektif dan realistis. Penelitian ini memperkaya kajian semiotika dalam analisis lirik lagu Indonesia.