Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI CINTA DALAM LIRIK LAGU HATI-HATI DI JALAN KARYA TULUS: KAJIAN SEMIOTIK SAUSSURE: Representation of Love in the Song Lyrics “Hati-Hati di Jalan” by Tulus: A Saussurean Semiotic Study Elok Yulia; Evlyn Rara Pramesty; Naila Dwi Maida Husniyyah; Nona Alfiah; Rika Istianingrum
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pesastra Edisi Februari 2026
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i1.139

Abstract

Lirik lagu sebagai teks kultural memuat sistem tanda yang merepresentasikan pengalaman emosional manusia, salah satunya pengalaman cinta. Lagu Hati-Hati di Jalan karya Tulus menghadirkan narasi cinta yang tidak berhenti pada romantisme kebersamaan, tetapi juga memuat pengalaman kehilangan dan penerimaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi makna cinta yang dibangun melalui sistem tanda dalam lirik lagu tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure yang menelaah hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Data penelitian berupa teks lirik lagu Hati-Hati di Jalan yang dianalisis melalui tahap identifikasi tanda, klasifikasi relasi penanda–petanda, serta interpretasi makna secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi cinta dalam lagu tersebut terbentuk melalui rangkaian tanda kebahasaan yang menggambarkan perjalanan emosional hubungan, meliputi fase pertemuan, munculnya harapan, pengalaman kebersamaan, hingga perpisahan dan penerimaan. Penanda seperti bertemu, kita, bersama, tak bersama, dan melanjutkan perjalanan membangun makna cinta sebagai proses dinamis yang tidak selalu berakhir pada kepemilikan, tetapi menekankan kedewasaan emosional, empati, dan keikhlasan dalam merelakan. Temuan ini menegaskan bahwa semiotika Saussure mampu menjelaskan proses pembentukan makna dalam lirik lagu sekaligus memperlihatkan bahwa teks musik populer dapat merepresentasikan pengalaman cinta secara reflektif dan realistis. Penelitian ini memperkaya kajian semiotika dalam analisis lirik lagu Indonesia.
ANALISIS MAJAS SINDIRAN PADA AKUN TIKTOK @sandradewi88__ Ari Musdolifah; Andrea Prasetya; Elok Yulia Widayanti; Naila Dwi Maida Husniyyah; Sarah Gita Cahyarani; Talitha Iftitah Hendrawan
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Pesastra Edisi November 2024
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v1i4.47

Abstract

This research is based on the widespread use of satire in the comments column on social media in the community. This research was conducted using a qualitative method, data collection was carried out through the technique of listening and taking notes. There are many uses of language expressed in a style that is not good for people to use on social media. Social media is an application platform that can allow online communication. The use of satire in the comments column has the intention of bringing down the intended party. In the case experienced by Sandra Dewi's husband named Harvey Moise, there were many statements that were of a derogatory nature through the comments column on his personal social media which were expressed using satire. Satire is divided into several types such as irony, satire, cynicism, sarcasm, and innuendo.