Kanker serviks merupakan penyebab kematian utama pada wanita dan masih menjadi masalah kesehatan serius, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Kanker serviks dapat dideteksi secara dini melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Pemeriksaan IVA telah disediakan oleh pemerintah sebagai upaya deteksi dini lesi prakanker, tetapi cakupannya masih rendah yaitu 5% dari target pemerintah 80 %. Cakupan pemeriksaan IVA masih sangat rendah, meskipun layanan ini tersedia secara gratis. Rendahnya cakupan ini salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan wanita usia subur mengenai pemeriksaan IVA. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan WUS dengan intervensi edukasi kesehatan berbasis media video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan berbasis media video terhadap pengetahuan WUS tentang pemeriksaan IVA. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment dengan One Group Pretest-Posttest Without Control Design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Langsat, Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur. Sampel penelitian berjumlah 67 orang sampel diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling . Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata pengetahuan WUS sebelum intervensi 13,25 sesudah intervensi 15,87. Analisis didapatkan p value (0,000) artinya edukasi kesehatan berbasis media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan IVA. Diharapkan pelayanan kesehatan meningkatkan promosi kesehatan tentang pemeriksaan IVA