Public speaking anxiety often becomes a barrier for students due to feelings of fear and threat when facing an audience. This study focuses on analyzing the correlation between self-confidence levels and public speaking anxiety among new students in the 2024/2025 academic year at Nusa Cendana University. This study was implemented using quantitative methods with a sampling stage utilizing proportionate stratified random sampling techniques. The data collection stage was carried out by distributing two main instruments: a self-confidence scale and a speaking anxiety scale. Based on the results of statistical data analysis, the research findings successfully demonstrated a highly significant negative relationship between the two research variables, as evidenced by the correlation coefficient value of -0.521 with a significance below 0.05. These quantitative results clearly mean that the higher a student's self-confidence, the lower their level of public speaking anxiety. Conversely, low self-confidence will trigger high levels of anxiety. As a main conclusion, this research confirms that the presence of a development program to increase self-confidence in the campus environment is a very important strategic step to be implemented to help overcome the problem of public speaking anxiety more effectively among students in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Kecemasan berbicara di depan umum sering menjadi kendala bagi mahasiswa karena adanya perasaan takut serta terancam saat menghadapi audiens. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis korelasi antara tingkat kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 di Universitas Nusa Cendana. Studi ini diimplementasikan melalui metode kuantitatif bersama tahapan penarikan sampel yang memanfaatkan teknik proportionate stratified random sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan dua instrumen utama yakni skala kepercayaan diri serta skala kecemasan berbicara. Berdasarkan hasil analisis data statistik, temuan penelitian sukses menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kedua variabel penelitian tersebut, yang dibuktikan oleh perolehan nilai koefisien korelasi sebesar -0,521 dengan signifikansi di bawah 0,05. Hasil kuantitatif tersebut secara gamblang mengartikan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki oleh seorang mahasiswa, maka akan semakin rendah pula tingkat kecemasan berbicara di depan umum yang mereka alami. Sebaliknya, kepercayaan diri yang rendah akan memicu tingginya kecemasan tersebut. Sebagai simpulan utama, riset ini menegaskan bahwa kehadiran sebuah program pengembangan untuk peningkatan kepercayaan diri di lingkungan kampus menjadi suatu langkah strategis yang sangat penting untuk diterapkan guna membantu mengatasi masalah kecemasan berbicara di depan publik secara lebih efektif pada kalangan mahasiswa secara menyeluruh dan berkesinambungan.