Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Cyberbullying di Media Sosial Terhadap Kepercayaan Diri Remaja Akhir di Kota Kupang Assan, Maria Cahyani Samantha; Keraf, M.K.P Abdi; Uda, Paulinus A. S.; Apriliana, I Putu Agus
JURNAL BIMBINGAN KONSELING FLOBAMORA Vol 2 No 2: Agustus 2024
Publisher : Prodi Bimbingan Konseling FKIP UNDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbkf.v2i2.13689

Abstract

This study aims to determine (1) the description of cyberbullying experienced by adolescents, (2) the description of self-confidence of adolescents, and (3) the investigation of the influence of cyberbullying on social media on adolescents’ self-confidence. This research uses a quantitative approach with an ex-post facto type. A total of 154 adolescents aged 17-20 years and active social media users were involved. Data analysis techniques use descriptive analysis and simple linear regression tests with SPSS Applications. The research findings show that teenagers' cyberbullying experience is in the low category (66%) and their level of self-confidence is in the medium category (64%). There is a significant negative influence between cyberbullying and self-confidence. These findings show that the higher the cyberbullying experienced, the lower the adolescent's self-confidence. Future researchers are expected to pay attention to other factors that influence self-confidence, then be able to specifically choose social media that is used as a means for carrying out cyberbullying as well as cyberbullying behavior in terms of gender.
Gambaran Post-Traumatic Growth Penyintas Siklon Tropis Seroja di Desa Waimatan Kabupaten Lembata Karangora, Fransisia Sari Poli; Anakaka, Dian Lestari; Manafe, Rizky Pradita; Keraf, M.K.P Abdi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36660

Abstract

Penyintas bencana adalah orang-orang yang berhasil bertahan hidup dan selamat dari situasi yang dapat mengancam nyawa, kondisi fisik, psikologis, atau kehilangan material. kejadian traumatis ini sebenarnya dapat memicu terbentuknya pertumbuhan seseorang kearah yang lebih positif dilihat dari 5 aspek PTG yaitu Relating to Others, New Possibilities, Appreciation of Life, Personal Strength, dan Spiritual Change (Tedeschi & Calhoun, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana partisipan mengalami pertumbuhan pasca trauma setelah peristiwa badai seroja yang terjadi di desa Waimatan pada tahun 2021. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pasrtisipan berjumlah 5 orang berdasarkan kriteria yang ditentukan menggunakan teknik multi stage sampling. Data dianalisis menggunakan pendekatan Interpretative Phenomena Analisis (IPA). Hasil penelitian menunjukan tiap partisipan memiliki pengalaman berbeda dalam mengembangkan pertumbuhan pasca trauma, meskipun berbeda semua partisipan melaporkan adanya pertumbuhan yang terjadi pasca bencana, dimana penyintas mampu beradaptasi dan sebagian lagi menemukan makna baru dalam hidupnya.
GAMBARAN STRES PADA DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI DI PRODI PSIKOLOGI, FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT, UNIVERSITAS NUSA CENDANA Seran, Josephine Mersiana M; Keraf, M.K.P Abdi; Manafe, Rizky Pradita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9762

Abstract

This study aims to provide an overview of the stress experienced by thesis supervisors in the Psychology Study Program, Faculty of Public Health, Universitas Nusa Cendana. The research background stems from the increasing academic workload, the dynamics of interactions with students, and institutional demands that may affect supervisors’ psychological well-being and the quality of academic guidance. The study focuses on identifying the sources of stress, the stress responses that emerge, and the factors that either strengthen or weaken the presence of stress. This research employed a qualitative method with a descriptive qualitative approach, using in-depth interviews with three thesis supervisors selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model of qualitative data analysis. The findings indicate that the supervision process generates both positive and negative stress responses. The main sources of stress include students who show limited progress, poorly completed revisions, and uncooperative co-supervisors. Additional stress-enhancing factors include pressure from students’ families, the use of AI in thesis writing, and the impacts of the Merdeka Student Exchange Program. These findings highlight the importance of institutional support, effective workload management, and the use of adaptive coping strategies to maintain supervisors’ psychological well-being and ensure the quality of academic supervision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai stres yang dialami oleh dosen pembimbing skripsi di Program Studi Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya beban kerja akademik, dinamika interaksi antara dosen dan mahasiswa, serta tuntutan institusional yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas pembimbingan akademik. Fokus penelitian diarahkan untuk mengidentifikasi sumber stres, respons stres yang muncul, serta faktor-faktor yang dapat memperkuat atau memperlemah munculnya stres tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam terhadap tiga dosen pembimbing yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembimbingan memunculkan respons stres positif maupun negatif. Sumber stres utama meliputi mahasiswa yang tidak menunjukkan progres, revisi yang dikerjakan secara kurang maksimal, serta rekan pembimbing yang kurang kooperatif. Faktor-faktor eksternal yang memperkuat stres antara lain tekanan dari keluarga mahasiswa, penggunaan AI dalam penulisan skripsi, serta dampak dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusional, pengelolaan beban kerja yang efektif, serta penggunaan strategi coping yang adaptif untuk menjaga kesehatan psikologis dosen dan memastikan kualitas pembimbingan akademik tetap optimal.  
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA Busu, Yunita Anjeli; Keraf, M.K.P Abdi; Takalapeta, Theodora
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9763

Abstract

Public speaking anxiety often becomes a barrier for students due to feelings of fear and threat when facing an audience. This study focuses on analyzing the correlation between self-confidence levels and public speaking anxiety among new students in the 2024/2025 academic year at Nusa Cendana University. This study was implemented using quantitative methods with a sampling stage utilizing proportionate stratified random sampling techniques. The data collection stage was carried out by distributing two main instruments: a self-confidence scale and a speaking anxiety scale. Based on the results of statistical data analysis, the research findings successfully demonstrated a highly significant negative relationship between the two research variables, as evidenced by the correlation coefficient value of -0.521 with a significance below 0.05. These quantitative results clearly mean that the higher a student's self-confidence, the lower their level of public speaking anxiety. Conversely, low self-confidence will trigger high levels of anxiety. As a main conclusion, this research confirms that the presence of a development program to increase self-confidence in the campus environment is a very important strategic step to be implemented to help overcome the problem of public speaking anxiety more effectively among students in a comprehensive and sustainable manner. ABSTRAK Kecemasan berbicara di depan umum sering menjadi kendala bagi mahasiswa karena adanya perasaan takut serta terancam saat menghadapi audiens. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis korelasi antara tingkat kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 di Universitas Nusa Cendana. Studi ini diimplementasikan melalui metode kuantitatif bersama tahapan penarikan sampel yang memanfaatkan teknik proportionate stratified random sampling. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan dua instrumen utama yakni skala kepercayaan diri serta skala kecemasan berbicara. Berdasarkan hasil analisis data statistik, temuan penelitian sukses menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kedua variabel penelitian tersebut, yang dibuktikan oleh perolehan nilai koefisien korelasi sebesar -0,521 dengan signifikansi di bawah 0,05. Hasil kuantitatif tersebut secara gamblang mengartikan bahwa semakin tinggi kepercayaan diri yang dimiliki oleh seorang mahasiswa, maka akan semakin rendah pula tingkat kecemasan berbicara di depan umum yang mereka alami. Sebaliknya, kepercayaan diri yang rendah akan memicu tingginya kecemasan tersebut. Sebagai simpulan utama, riset ini menegaskan bahwa kehadiran sebuah program pengembangan untuk peningkatan kepercayaan diri di lingkungan kampus menjadi suatu langkah strategis yang sangat penting untuk diterapkan guna membantu mengatasi masalah kecemasan berbicara di depan publik secara lebih efektif pada kalangan mahasiswa secara menyeluruh dan berkesinambungan.