Pengeboran pada tulang kortikal merupakan prosedur yang umum dilakukan dalam praktek bedah ortopedi, terutama pada pemasangan implant. Salah satu kendala dalam proses pengeboran ini adalah meningkatnya suhu akibat interaksi antara pahat bor dan benda kerja tulang. Kenaikan suhu yang berlebih dapat memicu kerusakan termal dan nekrosis pada tulang. Oleh karena itu, penggunaan cairan pendingin banyak dikaji sebagai solusi untuk menekan peningkatan suhu selama proses pengeboran berlangsung serta mengurangi keausan pada pahat bor. Penelitian ini secara khusus menelaah pengaruh dari dua jenis cairan pendingin, yaitu larutan NaCl dan Opsite spray, terhadap mekanisme kausan serta kerusakan mata bor selama proses pengeboran tulang kortikal berlangsung. Eksperimen ini dilakukan menggunakan mesin CNC milling 3 axis dengan kecepatan putar 1500 rpm dan laju pemakanan 35 mm/min, serta tiga kondisi pengeboran dibandingkan, yaitu tanpa menggunakan cairan pendingin (kering), dengan larutan NaCl dan Opsite spray. Spesimen yang digunakan merupakan tulang kortikal sapi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan cairan pendingin mampu secara signifikan menekan tingkat keausan pahat bor dibandingkan dengan kondisi pengeboran kering. Dari kedua jenis pendinginan yang diuji, larutan NaCl menunjukkan kinerja terbaik dengan tingkat keausan terkecil yaitu 0,041 mm pada menit ke 16,7, diikuti oleh Opsite spray dengan nilai 0,048 pada menit ke 16,7, sedangkan pengeboran dengan kondisi kering menghasilkan keausan pahat bor yang paling parah yaitu 0,064 pada menit yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa pengunaan pendinginan khususnya NaCl, berperan penting dalam memperpanjang umur pakai pahat bor sekligus mengurangi risiko keruskan termal pada jaringan tulang.