Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh penggunaan cairan pendingin terhadap keausan dan kerusakan pahat bor pada proses pengeboran tulang kortikal Arzaq, Arzaq Guruh Dityamri
Prosiding SNTTM Vol 23 No 1 (2025): SNTTM XXIII October 2025
Publisher : BKS-TM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71452/vwkjym67

Abstract

Pengeboran pada tulang kortikal merupakan prosedur yang umum dilakukan dalam praktek bedah ortopedi, terutama pada pemasangan implant. Salah satu kendala dalam proses pengeboran ini adalah meningkatnya suhu akibat interaksi antara pahat bor dan benda kerja tulang. Kenaikan suhu yang berlebih dapat memicu kerusakan termal dan nekrosis pada tulang. Oleh karena itu, penggunaan cairan pendingin banyak dikaji sebagai solusi untuk menekan peningkatan suhu selama proses pengeboran berlangsung serta mengurangi keausan pada pahat bor. Penelitian ini secara khusus menelaah pengaruh dari dua jenis cairan pendingin, yaitu larutan NaCl dan Opsite spray, terhadap mekanisme kausan serta kerusakan mata bor selama proses pengeboran tulang kortikal berlangsung. Eksperimen ini dilakukan menggunakan mesin CNC milling 3 axis dengan kecepatan putar 1500 rpm dan laju pemakanan 35 mm/min, serta tiga kondisi pengeboran dibandingkan, yaitu tanpa menggunakan cairan pendingin (kering), dengan larutan NaCl dan Opsite spray. Spesimen yang digunakan merupakan tulang kortikal sapi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan cairan pendingin mampu secara signifikan menekan tingkat keausan pahat bor dibandingkan dengan kondisi pengeboran kering. Dari kedua jenis pendinginan yang diuji, larutan NaCl menunjukkan kinerja terbaik dengan tingkat keausan terkecil yaitu 0,041 mm pada menit ke 16,7, diikuti oleh Opsite spray dengan nilai 0,048 pada menit ke 16,7, sedangkan pengeboran dengan kondisi kering menghasilkan keausan pahat bor yang paling parah yaitu 0,064 pada menit yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa pengunaan pendinginan khususnya NaCl, berperan penting dalam memperpanjang umur pakai pahat bor sekligus mengurangi risiko keruskan termal pada jaringan tulang.
Studi Eksperimental Pengaruh Parameter Pengeboran terhadap Karakteristik Burr pada Pengeboran Tulang Kortikal Arzaq, Arzaq Guruh Dityamri; Ibrahim, Gusri Akhyar; Thohirin, Muh; Wisnaningsih; Anwar, Syaipudin; Magnolia, An-Nisa
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Armatur (in Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v7i1.10934

Abstract

Cortical bone drilling represents an initial stage in orthopedic surgical procedures prior to implant screw insertion, where the quality of the drilled hole is strongly influenced by burr formation along the hole edges. Excessive burrs may increase the risk of tissue trauma, interfere with screw placement, and elevate the likelihood of postoperative complications. This study aims to investigate the effects of drilling parameters on burr characteristics during cortical bone machining and to determine the optimal parameter conditions that minimize burr formation. The research was conducted experimentally using fresh bovine cortical bone specimens and employed a Response Surface Methodology (RSM) experimental design. The investigated parameters included spindle speeds of 500, 1000, and 1500 rpm, feed rates of 35, 60, and 85 mm/min, and cooling conditions consisting of NaCl solution, Opsite Spray, and dry drilling. Drilling experiments were performed using a three-axis CNC machine, while burr characteristics were visually evaluated using a USB microscope. The results indicate that feed rate is the most influential parameter affecting burr formation, followed by spindle speed and cooling condition. Drilling conditions characterized by low feed rates, high spindle speeds, and the application of cooling fluids either NaCl solution or Opsite Spray produced smaller burrs and smoother hole-edge morphologies. The optimal condition was achieved through a specific combination of parameters that minimized burr formation, thereby demonstrating potential improvements in hole quality and procedural safety during cortical bone drilling.