Pendahuluan: Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah periode 12 bulan atau lebih, meskipun telah melakukan hubungan seksual secara rutin (sekurang-kurangnya dua hingga tiga kali per minggu) tanpa menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Faktor-faktor tertentu yang dapat memperbesar kemungkinan risiko gangguan kesuburan pada pria yaitu kelainan genetik, kelainan anatomis, usia, paparan zat logam, penggunaan rokok, alkohol, penggunaan obat-obatan, intensitas olahraga, obesitas, dan gangguan hormonal. Tujuan: Menganalisis dampak multifaktorial dari usia, obesitas dan kebiasaan merokok terhadap karakteristik morfologi dan motilitas sperma pada pria infertil yang menjalani pemeriksaan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik berdesain cross-sectional. Data diperoleh secara sekunder dari Instalasi Andrologi dan rekam medis pasien yang menjalani pemeriksaan analisis sperma di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Seluruh populasi penelitian, berjumlah 37 orang, dijadikan sebagai responden melalui pendekatan total sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak multifaktorial antara usia dengan morfologi (p = 0,07) dan motilitas (p = 0,163) tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Sedangkan obesitas (p = 0,00) dan merokok (p = 0,00) menunjukkan dampak yang signifikan terhadap morfologi sperma. Selain itu, obesitas (p = 0,001) dan merokok (p = 0,001) juga memiliki dampak yang signifikan terhadap motilitas sperma. Diskusi: Obesitas dan merokok memiliki dampak signifikan terhadap morfologi dan motilitas sperma pada pasien pria infertil di RSPAD Gatot Soebroto