Pendahuluan: Periode pascapersalinan merupakan fase krusial bagi ibu karena rentan terhadap komplikasi, salah satunya pembengkakan payudara yang dialami 65–75% ibu menyusui di seluruh dunia. Data nasional mencatat prevalensi komplikasi nifas 9,1% dengan pembengkakan payudara menjadi yang tertinggi yaitu 4,1%. Kondisi ini menghambat pemberian ASI, dan berisiko berkembang menjadi mastitis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang aman dan efektif adalah kompres lidah buaya (Aloe vera), yang mengandung asam salisilat sebagai analgesik alami dan efek antiinflamasi.Tujuan: Mengetahui pengaruh kompres lidah buaya (Aloe vera) terhadap penurunan nyeri pembengkakan payudara pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah ibu nifas yang mengalami nyeri pembengkakan payudara di wilayah kerja Puskesmas Sei Langkai Kota Batam. Sampel sebanyak 16 orang menggunakan teknik purposive sampling. Penilaian nyeri menggunakan lembar observasi nyeri Numeric Rating Scale (NRS) dengan kategori 0: (tidak nyeri), 1–3 (nyeri ringan), 4–6 (nyeri sedang). Intervensi kompres lidah buaya dilakukan selama 4 hari dengan durasi 10–15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α 0,05. Hasil: Rerata skala nyeri sebelum intervensi adalah 1,87 dan menurun menjadi 1,13 setelah pemberian kompres lidah buaya (Aloe vera). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (α 0,05). Diskusi: Penurunan skala nyeri menunjukkan bahwa kompres lidah buaya (Aloe vera) efektif menurunkan nyeri pembengkakan payudara dan intervensi nonfarmakologi yang mudah serta aman diterapkan ibu untuk mendukung kelancaran menyusui.