Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pijat Medic Pediatric sebagai Terapi Konstipasi pada Bayi Usia 6-12 Bulan Saputri, Mayga Aningtia; Yulinawati, Catur; Arianggara, Andi Wilda
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i1.160

Abstract

Constipation is a health problem that often occurs in infants. Basedon an initial survey at the Sei Langkai health center, data was obtained that out of 10 babies, 7 of them had experienced constipation and most mothers did not know how to deal with constipation in infants. The purpose of the study was to determine the effect of Pediatric Medical Massage asa Constipation Therapy. The subjects in this study were infants aged 6-12 months. Thisresearch was carried out in the Working Area of the Sei Langkai Health Center in Batam City using Quasi Experiments with pre and posttest control design. This research was conducted in.The results showed that in the intervention group obtained a value of p = 0.000 < 0.05 which showed that there was an effect of Pediatric Medical Massage as a Constipation Therapy in infants aged 6-12 months, while in the control group the test results showed that the value of p = 0.083 > 0.05 so that it could be stated that There is no effect on the treatment of control groups against constipation in infants aged 6-12 months. Theconclusion of the study is that pediatric medical massage can be a method in overcoming constipation in infants so that mothers can overcome the incidence of constipation in infants at home
PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR JAHE HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEI LANGKAI KOTA BATAM safitri, safitri; Yulinawati, Catur; Desy, Desy
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v14i1.212

Abstract

Kehamilan merupakan suatu tahapan biologis yang memungkinkan seorang wanita untuk melanjutkan keturunan. Adanya komplikasi yang terjadi pada kehamilan seperti preeklamsia, preeklamsia merupakan timbulnya hipertensi disertai proteinuria, setelah usia kehamilan 20 minggu. Di Dunia Preeklamsia termasuk dalam tiga penyebab utama komplikasi pada masa kehamilan dan pada persalinan, yang pertama adalah perdarahan (30%), preeklamsia/eklamsia (25%), dan infeksi (12%). Dampak dari preeklamsia dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan preeklamsia di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Langkai kota Batam tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen Desain penelitian quasi eksperimen menggunakan non-equivalent control group research design. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Sampel yang digunakan sebanyak 32 ibu hamil yang dibagi menjadi 16 kelompok eksperimen dan 16 kelompok kontrol. Terapi rendam kaki air jahe hangat dilakukan seminggu tiga kali selama 15-20 menit. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik dengan nilai ap sebesar 0,000 = (α < 0,05) dan perbedaan rata-rata tekanan darah diastolik dengan nilai ap sebesar 0,000 = (α < 0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ibu hamil khususnya pada ibu dengan preeklamsia mengenai rendam kaki air jahe hangat yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Kejadian Speech Delay pada Anak usia 24-60 Bulan Yulinawati, Catur; Huda, Nurul; Aziz, Hazen
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1205

Abstract

Keterlambatan bicara pada anak berpotensi mengalami keterlambatan pada akademik anak yang berdampak terhadap kesejahteraan social, emosional/perilaku dan ekonomi yang menjadi pusat perhatian. Prevalensi keterlambatan bicara di Indonesia berkisar 5-10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan atau hubungan intensitas penggunaan Gadget dengan kejadian speech delay pada anak usia 24-60 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sesctional. Adapun populasi dan sampel peneliiam ini adalah anak dengan usia 24 sampai dengan 60 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan sejak bulan Oktober sampai Desember 2023 di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam yang meliputi kelurahan Baloi Indah, kelurahan Batu Selicin, kelurahan Kampung Pelita, kelurahan Lubuk Baja Kota dan kelurahan Tanjung Uma. Hasil penelitian dengan analisis uji chi square yaitu P-value 0.000 < 0.05 artinya terdapat hubungan penggunaan Gadget dengan keterlambatan bicara dan bahasa pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Baja Kota Batam. Kurang nya perhatian orang tua terhadap anak yang intens menggunakan Gadget sehingga anak terlambat bicara dan adanya gangguan bahasa yang akan berdampak pada status akademik, emosional dan kesejahteraan sosial.
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Roza, Nelli; Huzaima, Huzaima; Yulinawati, Catur; Philip, Rofiqo Larasati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35698

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi tubuh pendek dan sangat pendek yang melebihi defisit -2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas, keterlambatan perkembangan motorik, dan pertumbuhan mental terhambat. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pemberian ASI eksklusif dan frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting serta diketahuinya faktor dominan penyebab stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Kasus Kontrol dan melibatkan 23 orang ibu yang balitanya terdiagnosis stunting sebagai responden (kasus) dan 23 orang ibu yang balitanya tidak terdiagnosis stunting (sebagai kontrol). Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Kota Batam. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan regresi logistik ganda (multivariat). Hasil analisis menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah variabel Frekuensi Kunjungan Antenatal Care. Pemerintah, jika ingin menurunkan prevalensi stunting di Desa Sadai, wilayah kerja Puskesmas Sungai Panas, perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu hamil, tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan yang berkualitas dan teratur sesuai aturan.Abstract: Stunting is a short and very short body condition that exceeds a -2 SD deficit below the median length or height. Stunting is a public health problem because it is associated with an increased risk of morbidity and mortality, delayed motor development, and stunted mental growth. The purpose of this research isthe relationship between exclusive breastfeeding and the frequency of antenatal care visits with the incidence of stunting is known and the dominant factor that causes stunting in toddlers is known. This study was a quantitative study with a Case Control design and involved 23 mothers whose toddlers were diagnosed with stunting as respondents (cases) and 23 mothers whose toddlers were not diagnosed with stunting (as controls). This research was conducted in the Sadai sub-district, the working area of the Sungai Panas Public Health Center in Batam.Data processing and analysis chi square test (bivariate) and multiple logistic regression (multivariate). The results of the analysis using the chi square test showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the frequency of antenatal care visits with the incidence of stunting. The results of the multivariate analysis show variablesthe dominant influence on the incidence of stunting is the variable Frequency of Antenatal Care visits. The government, if it wants to reduce the prevalence of stunting in Sadai village, the working area of the Sungai Panas Health Center, should increase education to the public, especially pregnant women, about the importance of regular quality pregnancy checks according to the rules.