Widhi, I Gusti Ayu Mirah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Promosi kesehatan melalui Center of Excellence sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi Berliana, Eva; Indrasari, Nelly; Widhi, I Gusti Ayu Mirah; Risneni, Risneni; Asih, Yusari
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i1.2532

Abstract

Background: Reproductive health issues remain a challenge in public health development, particularly related to the low level of public knowledge and awareness regarding optimal reproductive health maintenance. Promotive and preventive efforts through education and mentoring are needed to increase understanding and foster better health behaviors. Purpose: To increase public knowledge and awareness regarding reproductive health through the implementation of a Center of Excellence (CoE)-based program. Method: The community service activity was conducted on Wednesday, July 30, 2025, in the target area of ​​the Center of Excellence partner, namely the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Marga Agung Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. The target population of this community service activity was the general public of productive age. Thirty primiparous and multiparous mothers participated as respondents. This community service activity was implemented using an integrated educational and participatory approach within the Center of Excellence (CoE) framework. Evaluation of the activity was conducted by assessing changes in community knowledge and awareness before and after the educational activity, as well as by observing participation and active participation in discussions. Results: Data showed that the average age of respondents was 28.43 years with a standard deviation of ±6.17 years. The majority of respondents (66.7%) were in the 30-35 age range. The majority of respondents (40.0%) had a high school education, the majority (40.0%) were pregnant, and the majority (19%) were multiparous. Meanwhile, the level of knowledge of respondents increased proportionally to 76.7% in the good category after the educational activity, from 13.3% before the educational activity. Conclusion: The Center of Excellence-based community service program, implemented through an educational and mentoring approach, has been proven to have a positive impact on increasing public knowledge and awareness regarding reproductive health. The Center of Excellence's role as a facilitator and primary driver of community service activities has strengthened the synergy between the service team, partners, and the target community, encouraging active community involvement in the program's sustainability at the community level. Suggestion: It is recommended that the Center of Excellence-based community service program be further developed and expanded to include other community groups and regions experiencing similar health issues, thereby increasing the sustainability and impact of the community service program. Keywords: Center of Excellence; Community service; Health education; Public awareness; Reproductive health Pendahuluan: Masalah kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, terutama terkait rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi secara optimal. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi dan pendampingan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk perilaku kesehatan yang lebih baik. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi melalui implementasi program berbasis Center of Excellence (CoE). Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli tahun 2025 di wilayah sasaran yang menjadi mitra kegiatan Center of Excellence yaitu Posyandu Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat umum pada kelompok usia produktif. Jumlah peserta sebanyak 30 ibu primipara dan multipara menjadi responden. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang terintegrasi dalam kerangka Center of Excellence (CoE). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menilai perubahan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebelum kegiatan edukasi dan setelah kegiatan edukasi serta berdasarkan pengamatan terhadap partisipasi dan keaktifan dalam diskusi. Hasil: Mendapatkan data bahwa rata-rata usia responden adalah 28.43 tahun dengan standar deviasi ±6.17 tahun dan sebagian besar responden berada di rentang usia 30-35 tahun yaitu sebanyak 66.7%. Mayoritas responden memiliki status pendidikan SMA sebanyak 40.0%, sebagian besar responden adalah ibu hamil sebanyak 40.0%, dan sebagian besar status paritas responden adalah multipara yaitu sebanyak 19 (63.3%). Sedangkan tingkat pengetahuan responden terdapat peningkatan secara proposional untuk kategori baik setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 76.7% dari sebesar 13.3% sebelum kegiatan edukasi Simpulan: Program pengabdian masyarakat berbasis Center of Excellence yang dilaksanakan melalui pendekatan edukasi dan pendampingan terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Peran Center of Excellence sebagai fasilitator dan penggerak utama kegiatan pengabdian masyarakat mampu memperkuat sinergi antara tim pengabdian, mitra, dan masyarakat sasaran dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat terhadap keberlanjutan program di tingkat komunitas. Saran: Program pengabdian masyarakat berbasis Center of Excellence direkomendasikan untuk terus dikembangkan dan diperluas cakupannya pada kelompok masyarakat serta wilayah lain yang memiliki permasalahan kesehatan serupa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan dampak program pengabdian masyarakat.