Kualitas udara yang buruk di wilayah Surabaya meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti ISPA, PPOK, dan pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti santri yang tinggal di lingkungan padat. Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya menghadapi tantangan sirkulasi udara yang kurang optimal di asrama, yang berpotensi memperburuk paparan polutan. Kegiatan pengmas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan pernapasan serta memperkenalkan Sansevieria sebagai penyaring udara alami yang efektif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) persiapan melalui survei lapangan dan FGD dengan mitra untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan edukasi; (2) pelaksanaan penyuluhan kesehatan kepada 32 santri remaja dan mahasiswa santri dengan evaluasi pre-post test, serta pemeriksaan kesehatan gratis kepada 34 santri yang mencakup antropometri, tekanan darah, kadar gula darah, konsultasi medis, dan pemberian obat; (3) evaluasi melalui analisis data sederhana hasil tes, catatan pemeriksaan dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan santri setelah penyuluhan, serta tingginya antusiasme peserta terhadap perawatan Sansevieria di lingkungan pesantren. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara praktis melalui keterlibatan langsung dalam perawatan tanaman. Kesimpulannya, penerapan edukasi kesehatan berbasis pemanfaatan Sansevieria efektif sebagai strategi promotif-preventif dalam mencegah penyakit pernapasan di lingkungan berasrama.