Isella, Verren
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DIAGNOSIS KOMUNITAS SEBAGAI DASAR INTERVENSI PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS BARU TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X Isella, Verren; Yuliani, Leni; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56029

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular akibat Mycobacterium tuberkulosis dengan angka kematian global mencapai 1,30 juta . Indonesia menempati urutan kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia dengan 889.000 kasus pada tahun 2025. Permasalah ini masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas X, dengan peningkatan kasus baru dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini berkaitan erat dengan faktor perilaku, lingkungan serta rendanya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan kepatuhan pengobatan. Diperlukan diagnosis komunitas supaya dapat mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan masyarakat serta memberikan intervensi yang tepat sasaran. Merancang dan mengevaluasi intervensi kesehatan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kasus baru tuberkulosis paru. Diagnosis komunitas dianalisis menggunakan Paradigma Blum, penetapan prioritas masalah melalui metode Delphi dan penilaian USG (Urgency, Seriousness, Growth). Analisis akar masalah menggunakan diagram Fishbone. Pelaksanaan intervensi dimonitor dan dievaluasi dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) serta pendekatan sistem agar intervensi yang dilakukan efektif dan berkelanjutan. Analisis Fishbone menunjukkan faktor utama masalah kesehatan terletak pada aspek perilaku khususnya rendanya kesadaran terhadap perilaku pencegahan dan pengobatan. Setelah intervensi dilakukan, didapatkan 90% peserta mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test dengan nilai ≥ 80 poin dan lima perwakilan peserta berhasil memperagakan etika batuk dengan benar. Perilaku masyarakat ditetapkan sebagai faktor utama meningkatnya kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas X. Intervensi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai TBC serta masyarakat berhasil melakukan etika batuk yang benar.