Urip Wahyudin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM ASESMEN FORMATIF UNTUK MENINGKATKAN PERSONALIZED LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS XI DI MA NURUL ALI SECANG MAGELANG Fina Umu Rif Athi; La Mochtar Unu; Urip Wahyudin; Untung Desy Purnamasari; Faraisha Syahryanna
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43208

Abstract

This study examines the integration of Artificial Intelligence (AI) in formative assessment to enhance personalized learning in Grade XI mathematics at MA Nurul Ali Secang Magelang. The research addresses the limited effectiveness of conventional formative assessment, which often delays feedback and does not accommodate individual learning differences. The objective of this study was to determine whether AI-based formative assessment significantly improves students’ learning outcomes and supports adaptive learning processes. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed, involving two classes: an experimental group using AI-supported formative assessment and a control group applying conventional methods. Data were collected through pre-test and post-test instruments, questionnaires on personalized learning, and classroom observations. Statistical analysis using independent sample t-tests and normalized gain (N-Gain) scores indicated that the experimental group achieved significantly higher post-test results and moderate-to-high learning gains compared to the control group. The findings also revealed increased student engagement and more precise feedback mechanisms in the AI-supported classroom. The study concludes that integrating Artificial Intelligence into formative assessment effectively strengthens personalized learning and improves mathematics achievement, while repositioning teachers as data-informed facilitators in the learning process.  
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Eka Putra; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin; Mingsep Rante Sampebua
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.