Yulius Mataputun
Universitas Cendrawasih

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA SEKOLAH Jhon Elias Dubu; Yulius Mataputun; Urip Wahyudin; Indah Slamet Budiarti; Kusdianto Kusdianto; Ida Mariati Hutabarat
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10064

Abstract

The implementation of Character Education Strengthening in remote areas is often hampered by geographic isolation and extreme limitations in physical facilities. This study focuses on the strategy of internalizing character values ​​through school culture at SD Inpres Malagai, Lanny Jaya Regency, Papua Mountains. The research steps used a qualitative approach with a case study design through data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews, and documentation of eleven key informants. Data were analyzed interactively including the stages of reduction, presentation, and systematic conclusion drawing. The research findings show that although the institution operates with a minimal ratio of only eight educators to serve 249 students without electricity, character formation continues to be effective through the method of teacher role models as a living curriculum. Religious values, integrity, and mutual cooperation have been successfully integrated harmoniously with the local wisdom of the Lani Tribe. Quantitatively, the limited learning space with only two units remaining in good condition does not hinder the routine of ten minutes of literacy before learning, although extracurricular activities are still hampered by regional security risks. The main conclusion of this study confirms that the strength of social capital and personal dedication of educators in the concept of resilience pedagogy is able to overcome infrastructure barriers in marginal areas to produce a generation of integrity without relying on modern technological facilities.
PERAN ORANG TUA DALAM PENGUATAN LITERASI DASAR MEMBACA DAN MENULIS SISWA Wahyuni Arianti Djara Raba; Tanta Tanta; Kusdianto Kusdianto; Juliana Waromi; Yulius Mataputun; Petrus Irianto
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10065

Abstract

This study aims to describe and analyze the role of parents in strengtheing basic literacy in reading and writing among students of SD YPPGI Dome, Lanny Jaya Regency, Highland Papua Province. This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. The results show that parental involvement in strengthening basic literacy in reading and writing has not yet been optimal or evenly distributed. The study focuses on several aspects, including the role of parents as mentors, role models, facilitators, motivators, communicators, and providers of rewards and punishments, as well as the ssupporting and inhibiting factors and their impact on students’ basic literacy. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The role of parents as mentors and role models remains limited and inconsistent, while their role as facilitators is constrained by minimal learning resources and environment, particularly the conditions of the honai and limited electricity. The role of parents as motivators has the strongest influence on students’ learning enthusiasm and self-confidence. Communication between parents and teachers is still insufficient and not continuous, whereas parents’ role as providers of rewards and punishments has been carried out but is not yet fully educational. The main supporting factors are direct guidance, structured learning time, and emotional support, while the inhibiting factors include parents’ busyness, parents’ educational background, limited facilities, economic and geographic conditions, and weak school–parent communication. This study contributes conceptually to family literacy practices in 3T areas, based on the socio-cultural context of Highland Papua.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU UNTUK PENGUATAN KARAKTER TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN SISWA Yumri Yublince Anin; Yulius Mataputun; Albaiti Albaiti; Petrus Irianto; Robert Masreng; Urip Wahyudin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10066

Abstract

This study aims to analyze the implementation of teachers’ personality competence in strengthening students’ character of tolerance in the learning process, the supporting and inhibiting factors of its implementation, as well as its impact on students’ attitudes, the learning environment, and students’ social relationships at SD Negeri Yokobak, Lanny Jaya Regency, Papua Highlands Province. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data collection techniques included in-depth interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of the principal, teachers, students, and parents. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that teachers’ personality competence reflecting a stable, mature, wise, authoritative, and morally upright character has been concretely implemented in both classroom learning and school life. This implementation contributes to the development of students’ tolerant attitudes, the creation of a safe and inclusive learning environment, and the establishment of harmonious social relationships among students. The main supporting factors include teachers’ role modeling and consistency, support from the principal, and a school culture oriented toward tolerance values. Meanwhile, the inhibiting factors include limited facilities, lack of teacher training, differences in family backgrounds, and the socio-economic conditions of students’ environments. The conclusion of this study confirms that teachers’ personality competence plays a strategic role in strengthening students’ character of tolerance. These findings provide important implications for strengthening character education practices in primary schools and serve as a foundation for policy development and further research related to tolerance education in multicultural regions.
Penerapan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Menggunakan Teknik Kelompok Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Yahya Yahya; Yulius Mataputun; Robert Masreng; C. Tanta C. Tanta; Monika Gultom; Albaiti Albaiti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8221

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada diskrepansi tajam antara proyeksi anggaran tunjangan profesi guru nasional sebesar Rp110 triliun dengan rendahnya kinerja riil di lapangan, serta kondisi sosiogeografis dan keamanan ekstrem di wilayah Papua yang memerlukan model kepemimpinan instruksional yang adaptif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan supervisi akademik kepala sekolah menggunakan teknik kelompok untuk meningkatkan profesionalisme guru di SD Negeri Guninggame, Kabupaten Lanny Jaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi akademik teknik kelompok secara sistematis yang mencakup empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, dengan menyusun program supervisi berdasarkan kebutuhan guru dan kondisi sekolah; (2) pelaksanaan, melalui kegiatan kelompok seperti diskusi kelompok, observasi teman sejawat, dan demonstrasi mengajar yang dilaksanakan secara partisipatif dan humanis; (3) evaluasi, dengan melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pelaksanaan supervisi untuk mengetahui tingkat keberhasilan serta kendala yang dihadapi; dan (4) tindak lanjut, melalui pembinaan lanjutan berupa pelatihan internal yang dilaksanakan secara kolaboratif. Di samping itu, pelaksanaan supervisi akademik teknik kelompok masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu keterbatasan waktu, perbedaan tingkat pemahaman guru, serta keterbatasan sarana pendukung. Namun demikian, program ini didukung oleh komitmen kepala sekolah yang tinggi dan motivasi guru yang kuat. Secara keseluruhan, penerapan supervisi akademik teknik kelompok memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, terutama dalam penguatan kompetensi pedagogik, pengembangan profesional secara berkelanjutan, peningkatan kedisiplinan kerja, serta penguatan etika dan tanggung jawab profesi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang manajemen pendidikan, khususnya pada penguatan praktik supervisi akademik di sekolah dasar.
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Eka Putra; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin; Mingsep Rante Sampebua
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Renhad Pebfrianto Siallagan; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Kusdianto Kusdianto; Juliana Waromi; Ida M. Hutabarat
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman Suparman; Yulius Mataputun; C. Tanta; Albaiti Albaiti; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berwawasan Multikultural Dalam Pencegahan Intoleransi Di Lingkungan Sekolah Edi Swarso; Yulius Mataputun; Robert Masreng; C. Tanta; Albaiti Albaiti; Monika Gultom
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8256

Abstract

  Tantangan intoleransi saat ini menjadi ancaman serius bagi integritas pendidikan nasional, di mana realitas empiris menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelajar yang terpapar paham eksklusivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dengan fokus spesifik pada SMAN 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal, di mana data primer digali melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data diintegrasikan melalui observasi partisipatif dan studi dokumentasi, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah SMAN 1 Tiom telah menerapkan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dengan membawa perubahan, menginspirasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan yang diwujudkan melalui pemberian contoh dan sikap dalam bertindak sehari-hari. Melalui penerapan visi multikultural dan kecerdasan budaya ke dalam gaya kepemimpinan yang inklusif, partisipatif dan integrasi antara keteladanan personal, komunikasi organisasi yang terbuka, dan penegakan keadilan yang non-diskriminatif, kepala sekolah berhasil menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan inklusif dengan saling menghargai, menerapkan persamaan hak laki-laki dan perempuan serta memberikan kesempatan yang sama. Dengan melibatkan siswa secara konsultif, kolaboratif dan dipimpin oleh anak dalam pengambilan kebijakan sekolah maupun pelaksanaan kegiatan sekolah mampu mencegah intoleransi di sekolah. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dari iklim organisasi, kurikulum, dan sarana sekolah yang memadai sedangkan faktor penghambatnya aspek kognitif, sikap individu dan kurangnya sosialiasi pendidikan multikultural ditengah masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kajian kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dari perspektif Papua Pegunungan.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI ERA DIGITALISASI Edison Rumbiak; Petrus Irianto; Robert Masreng; Ida M. Hutabarat; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10080

Abstract

This research aims to analyze the principal's leadership strategies in improving teacher performance in the digitalization era at SMP Negeri 2 Tiom, Lanny Jaya Regency, Highland Papua Province. The focus includes strategies for fostering morale and confidence, providing guidance and direction, the role of modeling, and providing inspiration, as well as identifying supporting factors, inhibitors, and the impact of these strategies. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with eight informants (principal, teachers, operator, committee, and students), participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal implements a "Context-Responsive Digital Leadership" strategy through a humanist and communicative approach to reduce the psychological barriers of teachers in 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) regions. Guidance is provided through reflective clinical supervision and internal peer mentoring programs to overcome the limitations of external training. The principal's digital role modeling in school administration serves as a catalyst for teachers to begin adopting technology gradually. The findings identify that the availability of 24-hour electricity since mid-2024 is a primary supporting factor, while internet infrastructure and the 2026 student device restriction policy are significant inhibitors. The implementation of these strategies has a positive impact on increasing teacher discipline and student learning motivation. The study concludes that integrating "Noken" local wisdom values into the school's digital culture strengthens the resilience of educational institutions in remote areas.